Mentan Sebut Harga Ayam dan Telur Pulih Usai MBG Jadi Offtaker

Senin, 27 Juli 2026 | 20:37:31 WIB
MBG Jadi Offtaker Peternak, Mentan Pastikan Harga Ayam-Telur Pulih [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin harga komoditas ayam dan telur pada tingkat peternak mulai memperlihatkan pemulihan pascapemerintah menerapkan beragam kebijakan stabilisasi di sektor perunggasan.

Amran mengutarakan, banderol kedua bahan pangan tersebut saat ini berangsur membaik sehingga memberikan jaminan kepastian bagi peternak rakyat untuk melanjutkan roda usahanya.

"Telur (ayam) sudah aman, (daging) ayam sudah aman, harganya sudah naik," kata Amran usai menerima audiensi terbatas dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Berlandaskan pemaparan Amran, perbaikan tingkat harga ini merupakan buah dari serangkaian terobosan yang dieksekusi Kementerian Pertanian (Kementan) guna memelihara keseimbangan antara sisi produksi, patokan harga, serta tingkat penyerapan hasil ternak.

Salah satu jurus tersebut ditempuh melalui kolaborasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN), yang mana kini berperan selaku penampung hasil panen petani dan peternak lewat skema program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi kini (program) MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah off-taker untuk produksi-produksi pertanian, 167 juta petani, peternak, pekebun. Jadi MBG adalah off-takernya komunitas pertanian," ujar Amran.

Pihak Kementan sebelumnya juga telah menyelenggarakan pertemuan bersama para peternak ayam petelur pada 10 Juni 2026 demi memformulasikan solusi atas melandainya harga ayam dan telur di ranah peternak.

Berangkat dari forum itu, pemerintah menyepakati deretan langkah strategis, di antaranya memperketat pengawasan harga acuan pembelian di tingkat peternak yang dikawal langsung Satgas Pangan Polri, menggelontorkan pakan jagung via jalur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) demi memangkas biaya pakan, serta mendongkrak frekuensi penyerapan telur oleh BGN pada program MBG dari satu kali menjadi tiga kali seminggu.

Selanjutnya, pada 6 Juli 2026, Kementan memfasilitasi dialog rembuk peternak ayam pedaging dan petelur mendampingi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). 

Musyawarah itu membuahkan kesepakatan harga acuan live bird sebesar Rp 19.500 per kilogram serta harga telur ayam ras Rp 24.000 per kilogram di tingkat peternak yang resmi berlaku sejak 15 Juli 2026.

Di samping itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan intens berkoordinasi bersama beragam pihak berkepentingan guna memastikan regulasi stabilisasi harga ayam dan telur berjalan efektif.

Amran menegaskan, Kementan bakal terus mengawal eksekusi kebijakan tersebut, mulai dari pemantauan harga di ranah peternak, ketersediaan pakan, sampai penguatan penyerapan hasil produksi lewat program MBG.

Di lain pihak, Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmako menyambut positif tren membaiknya harga ayam dan telur seusai sebelumnya peternak sempat tertekan imbas lonjakan pasokan dan tingginya biaya produksi.

"Kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Amran. Kami berterima kasih karena sekarang alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi peternak," kata Singgih.

Ia menaruh harapan BGN sanggup konsisten bertindak sebagai off-taker hasil ternak sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan di pasar.

"BGN kami harapkan menjadi off-taker. Dari dulu memang itu yang kami diskusikan. Walaupun penyerapannya sekitar 15 sampai 20 persen produksi, itu sangat membantu peternak," ujar Singgih.

Menurut analisisnya, penyerapan pasokan oleh BGN berpotensi memangkas luapan kelebihan pasokan yang selama ini kerap memicu gejolak harga.

"Selama ini kelebihan produksi ayam dan telur juga sekitar 15 persen. Dengan adanya penyerapan ini, seharusnya harga tidak lagi bergejolak," tambahnya.

Singgih turut berharap komunikasi antarinstitusi antara Kementerian Pertanian, BGN, beserta para pelaku usaha makin solid agar aturan yang dieksekusi sanggup menghadirkan kepastian bagi peternak rakyat.

"Ke depan harmonisasi antara Kementan, BGN, dan peternak harus semakin baik sehingga produksi ayam dan telur rakyat bisa terserap optimal," ujarnya.

Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi atas gaya kepemimpinan Amran yang dinilai gesit dalam merespons permasalahan di bidang perunggasan.

"Pak Amran sudah bagus, tegas dan jujur. Kami harapkan sikap seperti ini terus dipertahankan, bahkan semakin tegas lagi," kata Singgih.

Terkini