Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.973 Dipicu Mundurnya Gubernur BI

Senin, 27 Juli 2026 | 23:41:31 WIB
Rupiah Terdepresiasi 0,29%, Pasar Soroti Pengunduran Diri Perry Warjiyo [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melandai terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan Senin (27/7/2026), bertepatan seusai Perry Warjiyo mengundurkan diri dari tampuk jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Merujuk data Trading Economics pukul 09.02 WIB, rupiah terdepresiasi 0,29% atau terperosok 51,2 poin menuju posisi Rp17.973 per dolar AS.

Adapun, kebijakan pemungkas yang dieksekusi Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode Juli ini yaitu mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75% demi mengawal stabilitas nilai tukar rupiah.

Pada pagi hari ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pengumuman resmi pengunduran diri Perry Warjiyo lewat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Senin (27/7/2026).

"Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden, yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama kami mengacu kepada Undang-Undang Bank Indonesia, maka pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo," ujar Prasetyo Hadi.

Mengisi kekosongan posisi tersebut, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti secara resmi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia.

Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengkalkulasi bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo bakal menjadi amunisi sentimen negatif bagi laju rupiah di pasar keuangan.

"Pergantian ini dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kesinambungan kebijakan moneter dan menekan rupiah," tulis laporan Mirae Sekuritas, Senin (27/7/2026).

Di samping itu, yield SBN tenor 10 tahun turut dinilai berisiko terkerek naik, sehingga mengerek tingkat bebas risiko (risk-free rate) sekaligus menekan valuasi pasar saham.

Barisan analis juga memperkirakan BI masih akan mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menuju level 6,0%, kendati kemudi arah kebijakan berpotensi bergeser lebih pro-growth.

Adapun mengacu pada pencatatan Trading Economics, laju rupiah tercatat telah melandai 0,66% dalam kurun sebulan terakhir. Level posisi rupiah saat ini mencerminkan depresiasi sebesar 9,51% sepanjang 12 bulan belakangan.

Terkini