Program Pertanian Pemerintah Dorong Kinerja Pasar Alat Berat

Senin, 27 Juli 2026 | 23:55:31 WIB
Pengusaha: Swasembada Pangan Pemerintah Pacu Pasar Alat Berat [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk Dwi Swasono membeberkan bahwa program prioritas pemerintah di sektor pertanian yang difokuskan untuk mencapai swasembada pangan, memberikan gairah positif bagi kinerja pasar industri alat berat.

Menurut penilaian Dwi saat dijumpai di Jakarta, Senin, agenda pemerintah tersebut mendatangkan imbas positif, utamanya lewat ekspansi dan perluasan lahan pertanian yang meliputi berbagai aktivitas seperti pembukaan lahan sawah baru, perkebunan tebu, sampai kelapa sawit.

"Ada cetak sawah, ada sugarcane, ada sawit juga. Itu sangat signifikan membutuhkan alat berat," katanya.

Ia juga menambahkan, pihak perseroan mengamati sektor agro masih memancarkan prospek yang solid sehingga mampu mendorong laju investasi alat berat terus bergulir. Di samping itu, sektor kehutanan turut mulai mengeksekusi peremajaan unit alat berat yang telah beroperasi lebih dari lima tahun.

Mengenai porsi kontribusi tiap sektor terhadap pergerakan bisnis alat berat Hexindo, Dwi mengungkapkan sektor agro menjadi penopang utama, disusul oleh sektor konstruksi, sementara porsi selebihnya disumbang oleh sektor kehutanan beserta pertambangan.

"Agro itu sekitar 37 persen lalu konstruksi itu sekitar 29 persen, sisanya itu adalah forestry dan mining," ungkapnya.

Selain hal itu, ia turut membeberkan bahwa kalangan industri saat ini kian cermat dalam memperhitungkan dan menentukan pilihan unit alat berat. 

Para pelaku usaha tidak lagi semata-mata menaruh fokus pada kekuatan atau besaran kapasitas mesin, melainkan telah memperhitungkan kemudahan pemeliharaan, efisiensi operasional biaya, hingga jaminan kepastian layanan purna jual selama unit dioperasikan.

Pihaknya, lanjut dia, meluncurkan empat model alat berat WIXIM Supported by LANDCROS yang terbagi dalam dua kategori, yakni Wheel Loader (model WZW140B-G dan WZW220B-G) serta Bulldozer (model WZD170B-G dan WZD250B-F).

Rangkaian model anyar tersebut diharapkan sanggup mengakselerasi kinerja di berbagai lini sektor prioritas di Tanah Air, seperti pertambangan, perkebunan, konstruksi, kehutanan, serta industri strategis lainnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan dengan sumbangsih sektor pertanian yang menopang 12,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menegaskan peran vital sektor tersebut sebagai penopang sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026.

"Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Amran menekankan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konkret sektor pertanian makin tangguh serta bertindak sebagai fondasi utama perekonomian nasional dalam mengarungi ragam tantangan ekonomi domestik maupun global saat ini.

Ia menegaskan pertanian kini tidak hanya berdiri sebagai penyangga, melainkan telah bertransformasi menjadi penggerak utama ekonomi nasional, utamanya saat sektor lain sedang berada di bawah tekanan sehingga posisinya menjadi kian strategis dan krusial.

Pernyataan tersebut diutarakan guna merespons rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan sektor pertanian sebagai satu dari lima lapangan usaha dengan kontribusi paling jumbo terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Kelima lini lapangan usaha tersebut mencakup industri pengolahan dengan porsi 19,07 persen, perdagangan 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta sektor pertambangan sebesar 8,69 persen dalam tatanan struktur perekonomian nasional.

Terkini