Pemerintah Fokus Tingkatkan Layanan dan Keamanan Pangan MBG

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:55:32 WIB
Pemerintah Pertajam Pengawasan dan Mutu Pangan Program MBG [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah bakal memusatkan perhatian pada peningkatan mutu layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN), dengan memperkokoh standar keamanan pangan, memperketat sistem pengawasan, serta mempercepat respons atas masukan maupun temuan masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa peralihan kepemimpinan di BGN dari Nanik S Deyang kepada Sudaryono merupakan bagian dari langkah penyempurnaan MBG sebagai program prioritas nasional.

Menurut dia, pemfokusan pemerintah saat ini ialah menjamin kualitas layanan terus meningkat supaya kemanfaatan program dapat dirasakan secara maksimal oleh publik.

"Oleh karena itu, di bawah nakhoda yang baru, kami akan memusatkan perhatian pada penyempurnaan kualitas layanan. Kami akan memastikan standar keamanan makanan yang disajikan semakin tinggi dan pemerintah akan terus mengawal perjalanan MBG ini dari ketersediaan bahan baku hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Pemerintah akan merespon jauh lebih cepat atas setiap masukan atau temuan dari masyarakat di lapangan," kata Qodari.

Dia menerangkan bahwa pemerintah menyadari tingginya ekspektasi publik terhadap eksekusi program MBG. Besarnya ekspektasi tersebut menjadi pelecut bagi pemerintah untuk tiada henti membenahi diri agar pelaksanaan program kian dapat diandalkan, cekatan, dan sanggup menjawab beragam kendala di lapangan.

Di samping mendongkrak mutu layanan, kata dia, pemerintah turut memastikan pengawasan berjalan menyeluruh pada tiap tingkatan pelaksanaan program, mulai dari penyediaan bahan mentah, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan tiba di tangan para penerima manfaat.

Melalui pengawasan ketat tersebut, pemerintah berharap standar keamanan pangan dalam program MBG dapat terus naik kelas.

Qodari menegaskan bahwa pemerintah tidak semata-mata mengejar perluasan jangkauan penerima manfaat, namun juga menjadikan mutu pelayanan sebagai tolok ukur utama keberhasilan program.

Menurut dia, faedah yang dialami langsung oleh masyarakat beserta bertumbuhnya rasa memiliki terhadap program merupakan indikator krusial dalam keberlangsungan MBG.

"Bagi pemerintah prinsipnya sangat jelas keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari seberapa luas jangkauannya atau seberapa banyak penerimanya. Keberhasilan program MBG ini justru kami ukur dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh para penerima manfaat serta kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap program ini," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan pergantian pucuk pimpinan BGN tidak sedikit pun mengoyak komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan program MBG. 

Pemerintah akan terus mengedepankan evaluasi dan perbaikan bertahap serta bersikap terbuka atas beragam masukan publik demi terwujudnya program yang semakin efektif dan tepat sasaran.

Qodari mengimbuhkan bahwa pemerintah sangat optimistis langkah perbaikan berkesinambungan ini bakal membawa program MBG berjalan kian solid sekaligus menjadi modal investasi penting menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

"Dengan terus belajar terbuka kepada evaluasi dan mau memperbaiki diri kami optimis program ini akan berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan membawa senyum bagi generasi penerus bangsa. Terima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Mari kami kawal bersama pelaksanaan program MBG ini," pungkasnya.

Terkini