Marinir TNI AL dan Marinir AS Latihan Penanganan Korban Bencana

Selasa, 28 Juli 2026 | 18:50:01 WIB
TNI AL dan USMC Gelar Simulasi Penanganan Korban Bencana di Hawaii [FOTO: NET].

JAKARTA - Korps Marinir TNI AL bekerja sama dengan United States Marine Corps (USMC) melaksanakan latihan simulasi penanganan korban luka skala besar akibat bencana atau mass casualty training (MASCAL) di Hawaii, Amerika Serikat, Minggu (26/7/2026).

Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, diuraikan bahwa latihan tersebut merupakan rangkaian dari ajang latihan gabungan bersama (Latgama) Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI, menerangkan bahwa simulasi ini diselenggarakan untuk memantapkan kemampuan prajurit Marinir AL supaya bisa bertindak cepat, tepat, dan presisi tatkala menanggulangi korban jiwa dalam jumlah banyak.

"Latihan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknik penanganan korban secara efektif dan efisien dalam operasi militer maupun misi bantuan kemanusiaan," kata Tunggul.

Tunggul memaparkan bahwa seluruh tahapan latihan dipraktikkan memakai skenario yang disusun menyerupai situasi sebenarnya, sehingga sanggup mendongkrak kesiapan prajurit sewaktu menghadapi aneka kemungkinan di medan kerja.

Proses latihan tersebut, lanjut dia, turut diterapkan selaras dengan prosedur keselamatan guna menggaransi keamanan para personel.

"Rangkaian latihan ini pun berjalan dengan lancar dan aman," ujarnya.

Melihat terselenggaranya agenda ini, Tunggul berharap kapasitas prajurit Marinir AL kian kokoh dan jalinan kerja sama militer antara Indonesia dan Amerika Serikat juga dapat terjalin makin rekat.

RIMPAC sendiri merupakan latihan maritim multilateral terbesar di tingkat global yang diikuti 31 negara, dengan melibatkannya sekitar 30.000 personel, 28 kapal perang, lima kapal selam, 30 pesawat tempur, serta 20 elemen pasukan darat (Land Force).

Latihan yang dihelat di Hawaii sejak 24 Juni hingga 31 Juli ini dimaksudkan untuk memacu interoperabilitas, profesionalitas, serta mengokohkan kolaborasi pertahanan maritim dalam menjawab beragam tantangan keamanan kawasan maupun dunia.

Terkini