JAKARTA - Komisi IV DPR RI memberikan dukungan terhadap penguatan sistem karantina nasional lewat peningkatan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana demi memastikan kesehatan hewan ternak serta kelancaran distribusi perdagangan antardaerah.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyatakan bahwa Badan Karantina memegang peranan sebagai garda terdepan dalam menjamin kesehatan hewan ternak yang didistribusikan.
"Pemeriksaan yang didukung fasilitas laboratorium yang memadai menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus menjaga kelancaran perdagangan ternak antardaerah," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Mataram, NTB, Selasa (28/7/2026).
Komisi IV DPR RI melakukan peninjauan terhadap pelayanan Balai Karantina NTB pada Satuan Pelayanan Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 27 Juli 2026.
Pada agenda kunjungan tersebut, jajaran anggota parlemen melihat secara langsung alur pelayanan karantina, mencakup verifikasi administrasi, kelayakan kesehatan ternak, sampai kelengkapan fasilitas laboratorium yang menunjang deteksi penyakit pada hewan.
"Kami harap Karantina NTB semakin optimal menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perdagangan ternak nasional," ucap Johan.
Kepala Balai Karantina NTB Ina Soelistyani memaparkan bahwa Satuan Pelayanan Pelabuhan Badas memegang peranan sebagai salah satu Pintu Utama pengiriman ternak keluar dari Pulau Sumbawa menuju pelbagai penjuru daerah di Indonesia.
Proses pelayanan karantina di lokasi tersebut ditunjang oleh bermacam fasilitas modern, mulai dari ruang layanan berbasis teknologi informasi, gerbang disinfeksi, loading dock, instalasi karantina hewan, hingga laboratorium yang diperkuat fasilitas polymerase chain reaction (PCR) untuk rujukan analisis penyakit mulut dan kuku.
"Seluruh fasilitas itu mendukung rangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan klinis, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, hingga penerbitan sertifikat kesehatan hewan sebelum ternak dilalulintaskan," kata Ina.
Wilayah Pulau Sumbawa merupakan salah satu lumbung pemasok ternak utama di tingkat nasional, terkhusus tatkala mendekati Hari Raya Idul Adha.
Mengacu pada data Best Trust Sistem Karantina, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 59.905 ekor ternak telah didistribusikan dari Nusa Tenggara Barat ke bermacam daerah.
Sedangkan kurun waktu Januari hingga 27 Juli 2026, akumulasi ternak yang dikirim keluar dari Nusa Tenggara Barat telah menembus angka 43.235 ekor.
"Lalu lintas ternak yang tinggi menuntut pelayanan yang cepat tanpa mengurangi ketelitian pemeriksaan agar distribusi tetap lancar sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit hewan," pungkas Ina.