Menhut Hingga BMKG Menghadap Prabowo Bahas Karhutla dan Cuaca Ekstrem

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:38:31 WIB
Prabowo Panggil Menhut Hingga BMKG Bahas Ancaman El Nino dan Karhutla [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil deretan menteri dan kepala lembaga untuk menggodok penanganan fenomena El Nino serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Ya saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan. Seperti kita ketahui siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023 mestinya tahun depan, 2027," ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Raja Juli menjelaskan bahwa merujuk pada proyeksi BMKG, El Nino diperkirakan datang lebih awal dari jadwal semula tahun 2027 menjadi tahun 2026. Alhasil, kondisi kekeringan diprediksi tiba lebih cepat dan surut lebih lambat.

"Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru mengantisipasi ini, mengundang kami. Kalau enggak salah juga ada dari BMKG, dari BNPB, dari TNI, dari Polri, semua stakeholder diundang agar itu kita tahu ya karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi Karhutla ini," jelasnya.

Raja Juli menyampaikan bahwa apabila pemerintah berhasil memangkas titik karhutla, maka seluruh masyarakat patut merasa bangga. Ia mengklaim pada tiap siklus El Nino, pemerintah sukses meredam luasan area hutan dan lahan yang hangus terbakar.

"Yang tradisional itu kan di daerah-daerah gambut ya, Riau, Jambi, Sumsel, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Tapi ini ada tren baru ya di luar 6 provinsi itu juga terjadi cukup masif semacam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempat lah," imbuh Raja Juli.

BMKG bakal paparkan dinamika cuaca dan risiko bencana

Di sisi lain, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengutarakan pihaknya turut membawa bahan diskusi seputar potensi cuaca ekstrem.

"Nanti saya sampaikan, tentang cuaca ekstrem dan kebencanaan, saya laporkan dulu. Akan dilaporkan beserta antisipasinya," ucap Faisal.

Dalam perhelatan rapat terbatas ini, tampak hadir Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kabasarnas Marsekal Madya M Syafi'i, Kepala BRIN Arif Satria, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menhut Raja Juli, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, hingga Wamendagri Bima Arya.

Terkini