JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menghadap ke Istana, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026) siang.
Bahlil mengutarakan, dirinya dipanggil guna membicarakan sederet agenda penting, mulai dari elektrifikasi desa, penataan sektor pertambangan, hingga kesiapan operasional pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik.
"Hari ini saya rapat sama Bapak Presiden untuk membahas beberapa hal terkait dengan listrik desa, kemudian terkait dengan penataan tambang, dan yang terakhir itu adalah persiapan peresmian pabrik CATL untuk ekosistem baterai mobil yang dilakukan groundbreaking pada tahun 2021-2022," kata Bahlil, Selasa (28/7/2026).
Bahlil memaparkan bahwa fasilitas pabrik tersebut telah rampung didirikan dan siap memasuki tahap produksi. Menurut dia, berdirinya pabrik itu menjadi wujud nyata dari pengerjaan hilirisasi komoditas nikel.
Di sisi lain, mengenai kondisi wilayah desa yang belum teraliri arus listrik, Bahlil menyebutkan jumlahnya masih berada di kisaran 11.000 desa.
Meski begitu, saat ini pihak pemerintah telah mulai menyalurkan arus listrik ke 1.400 desa di antaranya.
"Kami akan melaporkan, karena sudah ada sekitar dari 11.000 desa yang belum ada listrik, sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap untuk diresmikan. Jadi, saya akan laporkan kepada Bapak Presiden," imbuh Bahlil.