Menaker: Magang Nasional Fasilitasi Tenaga Kerja Masuk Dunia Industri

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:22:01 WIB
Menaker Yassierli Ungkap Kriteria Seleksi Ketat Magang Nasional 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengutarakan bahwa Program Magang Nasional bertindak sebagai upaya pemerintah dalam menjembatani para lulusan merambah dunia industri lewat penguatan kompetensi yang presisi dengan kebutuhan korporasi serta perluasan peluang kerja skala nasional.

Yassierli menyampaikan program tersebut menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah di bawah nakhoda Presiden Prabowo Subianto pada tahun ini guna menggembleng angkatan kerja supaya lebih matang menembus dunia industri sekaligus menggenjot produktivitas nasional.

"Dan alhamdulillah kami dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun ini Pak Presiden (Prabowo Subianto) punya fokus untuk mempersiapkan tenaga kerja masuk kepada dunia industri. Ini fokus kami saat ini," kata Menaker dalam pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Pemerintah menambah alokasi kuota Program Magang Nasional hingga menyentuh 150.000 peserta yang diberi kesempatan menjalani magang berdurasi enam bulan dengan uang saku yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Menaker membeberkan gambaran peserta magang di wilayah Jakarta mengantongi uang saku kisaran Rp5,7 juta saban bulan, sementara peserta di area Bekasi serta Karawang memperoleh sekitar Rp5,9 juta yang disalurkan langsung menuju rekening tiap peserta.

Yassierli membocorkan program di tahun sebelumnya melibatkan 100.000 peserta dan berkisar 30 persen di antaranya telah mengamankan tawaran kerja dari korporasi tempat mereka magang sebelum masa program usai.

"Tahun lalu angkatan pertama 100.000 orang (peserta magang nasional) dan alhamdulillah sudah selesai, 30 persen yang magang di industri ditawari kerja di perusahaan tempat dia magang sebelum magangnya selesai," ucapnya.

Ia memaparkan masifnya ketertarikan korporasi bergabung dalam Program Magang Nasional menandakan kebutuhan industri terhadap SDM terampil kian melonjak, hingga banyak perusahaan berbondong-bondong mengajukan permohonan kuota peserta magang.

"Sekarang perusahaan ngejar ke kami. Ada mungkin ratusan perusahaan ya, ribuan perusahaan, Pak Menteri, Pak Dirjen, bisa nggak kami dapat kuota (magang nasional). Ini semua juga mau," bebernya.

Merespons permohonan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan mekanisme penyaringan yang akuntabel serta transparan lewat verifikasi posisi magang agar penempatan peserta benar-benar selaras kompetensi dan menopang pengasahan keterampilan yang dibutuhkan pasar industri.

Pada gelombang awal dengan alokasi 50.000 peserta, total pendaftar menembus angka sekitar 300.000 orang, yang memperlihatkan tingginya antusiasme para lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program pengembangan kompetensi bentukan pemerintah ini.

"Tapi kami buat sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mem-posting dulu lowongan magangnya, kami verifikasi, kami tidak mau ada magang itu lulusan S1 teknik, disuruh magang jadi resepsionis karena kata perusahaannya ini mumpung lagi gratis katanya. Nah ini yang kami kawal," tegasnya.

Yassierli menegaskan Program Magang Nasional difungsikan sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengikis ketidaksesuaian (mismatch) kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat sumber daya manusia (SDM) unggul agar kian siap bersaing di pasar kerja.

Terkini