Mentan Amran Pastikan El Nino Tak Ganggu Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22:02 WIB
Mentan Amran: Stok Beras 5,2 Juta Ton, El Nino Tak Ganggu Pangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggaransi potensi ancaman iklim El Nino pada tahun ini tidak bakalan menggoyahkan stabilitas ketahanan pangan nasional. Pihak pemerintah mengklaim telah mengesekusi beraneka tindakan mitigasi sejak awal masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penyediaan pompanisasi hingga ekspansi areal tanam, sehingga ketersediaan cadangan beras dipandang aman hingga bergulirnya panen raya 2027.

Keterangan tersebut diutarakan Amran seusai menghadiri agenda rapat terbatas (ratas) terkait penanganan kondisi cuaca ekstrem serta penanggulangan bencana yang bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut penjelasan Amran, merujuk pada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino yang diproyeksikan berhembus kali ini tergolong berkategori ringan. 

Malahan, intensitas curah hujan yang tergolong masih tinggi dalam rentang beberapa bulan belakangan dinilai membawa berkah tersendiri bagi sektor pertanian.

"El Nino ini, El Nino kecil. Yang menarik, awalnya diperkirakan mulai April, ternyata April banjir, Mei banjir, Juni banjir lagi. BMKG juga mengumumkan Jawa Timur dan beberapa provinsi masih mengalami hujan lebat. Ini berkah untuk petani Indonesia," kata Amran.

Ia menerangkan pemerintah sudah mengantisipasi risiko kekeringan sejak fase awal kepemimpinan Prabowo-Gibran dengan memperkokoh sarana infrastruktur dan memacu produktivitas lahan pertanian. 

Langkah tersebut ditempuh setelah Indonesia sempat dihantam El Nino 2023–2024 yang memicu keran impor beras mengucur hingga mendekati 7 juta ton dalam kurun dua tahun.

Amran membeberkan secara terperinci deretan program yang telah dijalankan, antara lain pendistribusian sekitar 150.000 unit pompa air di pelbagai kawasan, pembenahan jaringan irigasi seluas kisaran 900.000 hektare, penyediaan benih yang tahan cuaca kering, optimalisasi lahan rawa hingga menyentuh 800.000 hektare, beserta pembukaan sawah baru yang telah terealisasi melampaui 200.000 hektare.

Di samping itu, pemerintah turut mendirikan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam demi memperkuat ketersediaan pasokan air sepanjang kemarau.

Pada aspek cadangan pangan, Amran menyebutkan pasokan beras milik pemerintah saat ini mengantongi angka sekitar 5,2 juta ton. Menurut kalkulasinya, angka tersebut bila dikombinasikan dengan potensi hasil panen tanaman yang sedang tumbuh (standing crop) sebesar 10 juta hingga 11 juta ton bakal menjaga pasokan pangan nasional tetap aman terkendali.

"Stok kami tetap bertahan di 5,2 juta ton. Jadi insyaallah aman. Standing crop nilainya kurang lebih 10–11 juta ton. Daerah irigasi tetap akan berproduksi kalaupun ada kering," ujarnya.

Amran juga menambahkan bahwa estimasi cadangan beras yang tersimpan pada lini sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) diprediksi menyentuh angka 12 juta ton. 

Melalui kalkulasi gabungan persediaan tersebut, pemerintah yakin pemenuhan konsumsi pangan publik dapat terjamin hingga rentang 10 bulan mendatang, sebelum menginjak Puncak Panen pada Maret 2027.

Kendati memaklumi potensi krisis gagal panen masih berisiko terjadi di sejumlah titik yang dilanda kemarau, Amran menilai dampaknya tidak akan mendistorsi kondisi nasional maupun memantik kenaikan harga beras.

"Mungkin ada kecil-kecil (gagal panen), tetapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional. Insyaallah tidak (memicu kenaikan harga). Kalau ada yang butuh beras, ada di gudang. Gudang 5,2 juta ton," katanya.

Terkini