Rupiah Ditutup Loyo ke Rp17.962 per Dolar AS Jelang FOMC The Fed

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:31:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.962 per Dolar AS, Pasar Nanti Rapat The Fed [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah berakhir melesu 0,15% atau setara 26,50 poin menuju level Rp17.962 per dolar AS pada sesi perdagangan Selasa (28/7/2026). Pada momen yang bersamaan, pergerakan indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,01% menuju posisi 101,54.

Para pelaku pasar finansial saat ini tengah menanti-nanti pengumuman hasil Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada rentang 28-29 Juli 2026 guna penetapan arah kebijakan suku bunga.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memaparkan bahwasanya pihak The Fed diproyeksikan bakal menahan tingkat suku bunga acuan lewat peluang probabilitas di kisaran 62%.

"Namun, prospek kebijakan moneter cenderung fluktuatif bulan ini di tengah situasi yang dinamis di Timur Tengah. Harga minyak sempat melonjak sekitar 20% dalam dua minggu saat AS dan Iran saling melancarkan serangan terkait kendali atas Selat Hormuz," kata Ibrahim, Selasa (28/7/2026).

Ibrahim menguraikan, kalangan investor pun turut menantikan pidato pernyataan dari Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, setelah sebelumnya deretan lontaran komentarnya cenderung mengarah pada orientasi kebijakan hawkish. Warsh, lanjut Ibrahim, telah menggaungkan ketegasan komitmennya demi memelihara stabilitas harga.

Sementara menilik sentimen dari ranah domestik, Ibrahim menjelaskan bahwa aksi pengunduran diri Perry Warjiyo dari takhta Gubernur Bank Indonesia (BI) yang terjadi secara mendadak sempat disambut respons negatif oleh kalangan pasar.

"Hal ini karena dalam jangka pendek akan meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepimpinan yang baru di tengah depresiasi nilai tukar rupiah, derasnya outflow dana asing, serta potensi tren kenaikan suku bunga global," ujarnya.

Menurut analisisnya, sorotan perhatian pasar selanjutnya bakal tertuju pada alur penunjukan Gubernur BI definitif. 

Langkah penetapan Gubernur BI yang baru, yang selaras dengan ekspektasi pasar serta diiringi alur transisi kepemimpinan yang bergulir mulus, diharapkan sanggup mengawal kredibilitas beserta independensi bank sentral dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan moneter sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Atas rangkaian sentimen yang membayangi pergerakan rupiah di pasar keuangan tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah bakal kembali meluncur melesu dalam alur perdagangan Rabu (29/7/2026).

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.960 sampai Rp18.020 per dolar AS," pungkasnya.

Terkini