RUPSLB GMF Aero Asia Beri Restu Aksi Kuasi Reorganisasi

Selasa, 28 Juli 2026 | 00:07:01 WIB
RUPSLB GMFI Setujui Kuasi Reorganisasi dan Penataan Modal [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) resmi merengkuh persetujuan dari para pemegang saham guna mengeksekusi aksi kuasi reorganisasi dalam rangka menata kembali struktur permodalan perseroan.

Kesepakatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Tangerang, Selasa (28/7/2026). Forum RUPSLB ini dihadiri oleh pemilik 117,16 miliar lembar saham atau setara 93,85% dari total hak suara yang sah.

Adapun persetujuan RUPSLB tersebut melingkupi pelaksanaan agenda kuasi reorganisasi serta pemangkasan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh via penurunan nilai nominal saham, beserta amandemen anggaran dasar perseroan.

Kuasi reorganisasi sendiri merupakan terobosan akuntansi guna mengikis akumulasi defisit saldo laba negatif tanpa menyuntikkan setoran modal anyar, tanpa mengubah skema komposisi kepemilikan, dan tanpa memicu efek dilusi bagi pemegang saham.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengungkapkan bahwasanya pelaksanaan kuasi reorganisasi menjadi langkah nyata perseroan dalam memperkokoh fondasi keuangan.

“Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Andi melalui keterangan resminya.

Merujuk pada laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Januari 2026, akumulasi saldo laba negatif GMFI teperdata di angka US$512,9 juta. 

Langkah eliminasi defisit saldo laba tersebut bakal dieksekusi memanfaatan agio saham senilai US$299,6 juta, selisih nilai transaksi entitas sepengendali sejumlah US$1,1 juta, serta pemangkasan nilai nominal saham sebesar US$212,2 juta.

Eksekusi aksi korporasi ini dapat diwujudkan usai anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) tersebut berhasil memenuhi kualifikasi regulasi terkait konsistensi profitabilitas secara berturut-turut.

Sepanjang kurun 2023–2025, pendapatan GMFI melonjak 31,8% dari US$373,21 juta menuju US$491,88 juta. Laba operasional menanjak 118,7% menjadi US$60,57 juta dan laba bersih melambung 68,4% ke level US$33,97 juta pada 2025. Tren positif ini terus berlanjut pada kuartal I/2026 lewat raihan laba berjalan mencapai US$6,76 juta.

Andi menambahkan, berbekal struktur permodalan yang kian sehat, perseroan mengantongi ruang yang lebih lapang untuk memperkuat ketahanan finansial, memikat investor strategis, serta membuka peluang pembagian deviden pada masa mendatang.

“Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, perseroan memiliki ruang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” pungkasnya.

Selanjutnya, GMFI bakal menempuh seluruh alur tahapan hukum yang berlaku, termasuk periode pemberitahuan kepada para kreditur selama 60 hari sebelum mengajukan persetujuan akhir kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Terkini