Pendapatan ASLC Melonjak 32%, Caroline.id Jadi Mesin Pertumbuhan

Selasa, 28 Juli 2026 | 00:26:31 WIB
Kinerja Semester I-2026: Pendapatan ASLC Melonjak Sebesar 32% [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 31,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada semester I-2026 menjadi Rp 589,9 miliar. Akselerasi pendapatan tersebut turut mendorong perolehan laba bersih perseroan menyentuh angka Rp 8,9 miliar.

Sumbangan utama pertumbuhan masih bersumber dari lini bisnis penjualan kendaraan bekas via platform Caroline.id. Sepanjang kurun enam bulan pertama tahun ini, perolehan pendapatan Caroline.id melesat 57,4% YoY menuju Rp 493,4 miliar, dari raihan sebelumnya Rp 313,4 miliar pada periode serupa tahun lalu.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, menyampaikan bahwa performa Caroline.id kian mengukuhkan posisi perseroan selaku pemain utama di pasar kendaraan bekas berbasis omnichannel.

"Melalui kinerja Caroline.id tersebut, kami bisa membaca bahwa ASLC semakin menjadi automotive omnichannel marketplace utama di Indonesia," ujar Jany dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Menurut penjelasannya, langkah digitalisasi yang dieksekusi sejak perseroan melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2022 telah membentuk ekosistem bisnis kendaraan bekas berbasis online-to-offline (O2O) yang menopang pertumbuhan Caroline.id maupun JBA.

Kendati belum menambah jaringan showroom anyar serta berada di tengah deraan tantangan ekonomi dan kenaikan suku bunga acuan, pendapatan Caroline.id tetap sanggup mengukir kenaikan signifikan.

Di sisi lain, unit bisnis balai lelang JBA menghadapi tekanan imbas merosotnya pasokan armada kendaraan dari perusahaan pembiayaan (multifinance). Volume lelang pada kuartal II-2026 bergeser turun tipis menjadi 23.600 unit dari 23.900 unit pada triwulan sebelumnya. 

Meskipun demikian, JBA masih sanggup menyumbangkan pendapatan mencapai Rp 98,4 miliar, sedangkan MotoGadai turut memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar.

Guna merespons pelemahan pasokan kendaraan lelang tersebut, ASLC merancang pendirian anak usaha baru yang berkecimpung di sektor bisnis lelang non-otomotif, yaitu PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI). 

Perseroan menilai terobosan tersebut memungkinkan untuk dieksekusi berkat sistem digitalisasi JBA yang teruji matang.

"Digitalisasi yang sudah solid telah memudahkan setiap orang yang berniat mengikuti lelang di JBA. Calon peserta tinggal mengunduh platform, lalu mendaftar dan mentransfer uang jaminan yang semuanya dilakukan secara online. Setelah itu, peserta bisa langsung ikut lelang JBA melalui perangkat elektronik yang tersambung internet dari seluruh Indonesia," kata Jany.

Jany mengimbuhi, pendirian ASLI merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan demi mengeksekusi diversifikasi usaha menuju bisnis lelang non-kendaraan. 

Ke depan, ASLI bakal bersinergi penuh dengan ekosistem ASLC memanfaatkan infrastruktur, jejaring, basis pelanggan, serta kapabilitas operasional yang telah dimiliki oleh grup. Anak perusahaan tersebut akan mulai beroperasi secara penuh usai seluruh perizinan resmi diperoleh.

Terkini