Pemerintah Sinergikan Keluarga dan Sekolah Demi Generasi Emas

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:00:01 WIB
Kemendukbangga dan Kemendikdasmen Bersinergi Bangun SDM Unggul [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjalin sinergi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna menguatkan peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam melahirkan generasi berkualitas.

Demi merealisasikan Indonesia Emas 2045, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mendampingi Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan nota kesepahaman terkait Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

"Ada banyak irisan program yang bisa kami sinergikan karena pembangunan generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga sebagai benteng pertama dan diperkuat melalui sekolah," ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Ia menyampaikan, penandatanganan tersebut menjadi pijakan awal penguatan koordinasi serta kolaborasi lintas kementerian demi mencetak sumber daya manusia unggul lewat pengokohan peran keluarga dan dunia pendidikan.

Wihaji turut menggarisbawahi bahwa masa depan bangsa amat bergantung pada generasi muda, terkhusus generasi alpha yang kini sedang menempuh pendidikan dasar dan menengah. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi merupakan sebuah keharusan, baik mencakup ketahanan fisik maupun mental.

"Kami perkuat kompetensi yang dituntut, bisa punya ketahanan fisik dan mental. Semuanya tergantung dari generasi mudanya," ujarnya.

Kedua lembaga pemerintah tersebut turut menyepakati perlunya peningkatan kapasitas para guru dan tenaga pendidik supaya mampu menjawab tantangan isu kesehatan beserta dinamika perkembangan zaman.

Sebagai langkah konkret berikutnya, kedua kementerian bakal menerapkan konsep Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) lewat lima pilar strategis, yaitu pengintegrasian isu kependudukan pada mata pelajaran reguler, penyediaan Pojok Kependudukan, pengaktifan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) berbekal pendidik sebaya dan konselor sebaya terlatih, penyisipan isu kependudukan dalam kegiatan pramuka, hingga fasilitas pengembangan diri berupa asesmen bakat, perlindungan kesehatan mental, serta pelatihan industri digital.

"Kami akan koordinasikan di tingkat dasar, lalu masing-masing direktorat akan menindaklanjuti bidang-bidang yang bisa dikerjasamakan," ucap Wihaji.

Di lain pihak, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan, implementasi kesepahaman ini bakal ditindaklanjuti oleh unit teknis di kedua instansi melalui bermacam program kolaboratif, termasuk pembinaan peran guru, pendidikan keluarga, serta pendampingan remaja untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. 

Lewat pendekatan ini, proses pendidikan tak sekadar berlangsung di ruang kelas, tetapi juga terhubung erat dengan ekosistem keluarga dan warga.

Melalui kerja sama yang solid antara keluarga dan lembaga sekolah, Kemendukbangga/BKKBN bersama Kemendikdasmen meyakini sanggup melahirkan generasi yang sehat fisik serta mental, berkarakter, cerdas, dan siap bersaing. Kolaborasi ini diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa untuk menyokong Indonesia Emas 2045.

Terkini