Wamendiktisaintek Stella Dorong Kreativitas Generasi Muda di Era AI

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:48:31 WIB
Wamen Stella: Kemampuan Berpikir Kunci Hadapi Kecerdasan Artifisial [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas daya pikir, rasa penasaran, serta kreativitas sebagai pilar utama dalam membekali generasi muda Indonesia menyambut era kemajuan kecerdasan artifisial (AI).

Melalui siaran resmi di Jakarta, Rabu, Stella mengemukakan bahwa dinamika perkembangan AI wajib direspons sebagai momentum strategis untuk mengatrol mutu kualitas sumber daya manusia. 

Menurut pandangannya, sistem pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan kecakapan teknis semata, melainkan wajib memupuk kapasitas bernalar yang menjadi pembeda utama keunggulan manusia.

"Kalau kemampuan kami adalah kemampuan Artificial Intelligence, dan kemampuan anak-anak yang anda didik adalah kemampuan Artificial Intelligence, saya jamin 100 persen mereka akan digantikan oleh Artificial Intelligence," katanya.

Pakar bidang psikologi kognitif tersebut memaparkan bahwa esensi keunggulan manusia berpijak pada kemampuan berpikir, penalaran, serta daya cipta inovasi. Oleh sebab itu, ekosistem pendidikan mesti menyediakan ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengasah kapabilitas tersebut sejak dini.

Ia turut menggarisbawahi urgensi menanamkan rasa ingin tahu sebagai landasan dasar lahirnya kreativitas. Menurut Stella, kreativitas bukanlah atribut yang muncul secara instan, melainkan dapat dibentuk melalui ekosistem lingkungan yang merangsang anak untuk gemar bertanya, menyelami eksplorasi, serta merumuskan pengetahuan secara mandiri.

"Step nomor satu harus punya rasa ingin tahu. Kalau kami tidak punya rasa ingin tahu, kemampuan untuk kreatif kami akan mati," ujarnya menegaskan.

Di samping itu, Wamen Stella juga menyoroti signifikansi penerapan metode pembelajaran aktif, yakni model pengajaran yang memicu peserta didik untuk berpikir kritis, mengambil keputusan strategis, memecahkan berbagai persoalan, serta menimba ilmu via pengalaman langsung.

Berdasarkan penjelasannya, pendekatan tersebut dapat diimplementasikan baik lewat ragam aktivitas permainan maupun pemanfaatan instrumen teknologi digital yang dikonsep khusus guna menggenjot keterlibatan aktif siswa.

Atas dasar tersebut, Wamen Stella menyerukan kepada segenap elemen pemangku kepentingan, mulai dari orang tua, pendidik, hingga khalayak luas, agar senantiasa merawat budaya bernalar dalam rutinitas harian demi menghadapi arus disrupsi teknologi.

Terkini