JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memantapkan kerja sama tata kelola zakat, infak, beserta sedekah (ZIS) berikut program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid lewat keterangan di Jakarta, Rabu, memaparkan bahwa kolaborasi ini dikonsentrasikan pada penguatan eksistensi Baznas dalam menghimpun hingga menyalurkan dana ZIS yang secara khusus diarahkan demi kesejahteraan para pekerja migran.
"Secara umum ada dua hal besar, yakni kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," katanya.
Melalui kemitraan strategis ini, tutur Sodik, pihak Baznas turut merancang alokasi dukungan dana ekstra bagi para calon PMI yang tengah merampungkan tahapan pelatihan persiapan sebelum bertolak menuju negara penempatan.
Dia menerangkan, skema program bantuan mencakup beasiswa pendidikan serta pelatihan kewirausahaan yang juga disalurkan kepada pihak keluarga PMI yang ditinggalkan di tanah air.
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan Baznas untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzaki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Menteri P2MI) Mukhtarudin mengutarakan bahwasanya instansinya memegang komitmen penuh guna merapatkan barisan sinergi bersama Baznas demi membangun ekosistem perlindungan sekaligus pemberdayaan yang holistik bagi PMI beserta keluarga mereka.
Berkat kolaborasi ini, imbuhnya, kedua belah pihak berikhtiar memaksimalkan jangkauan bantuan darurat, skema pembiayaan penempatan, hingga pelatihan bisnis bagi para purna-PMI guna menstimulasi perputaran transformasi ekonomi mereka.
"Ke depan kami mau kembangkan lagi bagaimana kami menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kami dorong menjadi seorang muzaki," tutur Mukhtarudin.
Sebagai catatan tambahan, pihak KP2MI turut menyerahkan donasi simbolis lewat perantara Baznas sejumlah Rp100.000.000,- guna disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.