Pakuwon (PWON) Raih Laba Disesuaikan Rp1,43 T pada Semester I/2026

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:39:31 WIB
Pakuwon Jati (PWON) Kerek Laba Disesuaikan 7% Jadi Rp1,43 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA— PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengantongi laba bersih yang disesuaikan (adjusted net profit) mencapai Rp1,43 triliun pada semester I/2026, terangkat 7% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari posisi Rp1,33 triliun pada periode yang sama tahun terdahulu.

Berdasarkan rilis resmi perseroan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan berulang (recurring income) yang merangkak 7% YoY menjadi Rp2,89 triliun dari semula Rp2,69 triliun pada semester I/2025. 

Penambahan itu sanggup mengimbangi penurunan pendapatan segmen pengembangan (development revenue) sebesar 29% YoY menjadi Rp480 miliar imbas pergeseran waktu pengakuan serah terima unit.

Secara keseluruhan, PWON mengamankan pendapatan bersih senilai Rp3,37 triliun pada semester I/2026, cenderung bergerak stabil disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Melihat dari lini operasional, pendapatan penyewaan pusat perbelanjaan menyentuh Rp2,06 triliun, naik 7% YoY dari Rp1,92 triliun. 

Segmen hotel dan serviced apartment mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 15% YoY menjadi Rp709 miliar dari posisi Rp618 miliar. Sebaliknya, pendapatan penyewaan ruang perkantoran menyusut 16% YoY menjadi Rp124 miliar.

"Berdasarkan kontribusi terhadap total pendapatan, segmen penyewaan pusat perbelanjaan masih mendominasi dengan porsi 61%, diikuti hotel dan serviced apartment sebesar 21%, penjualan kondominium 8%, rumah tapak 5%, penyewaan perkantoran 4%, serta penjualan kantor sebesar 1%," tulis manajemen PWON dikutip Sabtu (1/8/2026).

Sejalan dengan penguatan pendapatan berulang, laba kotor perseroan menguat 2% YoY menjadi Rp1,92 triliun. EBITDA meningkat 3% YoY menjadi Rp1,88 triliun dari Rp1,82 triliun pada semester I/2025, dengan marjin EBITDA yang membaik ke level 56% dari semula 54% pada periode yang sama tahun lalu.

Secara nominal, laba bersih PWON tercatat di angka Rp1,25 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat terpengaruh selisih kurs dan revaluasi nilai investasi. 

Namun, bilamana mengecualikan kedua variabel tersebut, laba bersih yang disesuaikan menembus Rp1,43 triliun atau tumbuh 7% secara tahunan.

Sementara itu, pra-penjualan (marketing sales) PWON pada semester I/2026 terealisasi Rp565 miliar, terkoreksi 6% dibandingkan Rp603 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Sekitar 42% dari total marketing sales bersumber dari transaksi yang memanfaatkan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), dengan penjualan didominasi segmen kondominium dan kantor sebesar 67%, sedangkan rumah tapak menyumbang 33%.

Adapun penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Juni 2026 mencapai Rp412 miliar. Bagian terbesar dari alokasi dana tersebut disalurkan untuk pengerjaan proyek Pakuwon Mall Surabaya Tahap 5.

Terkini