Kemensos Jadikan Sekolah Rakyat Kendari Pemutus Rantai Kemiskinan

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10:31 WIB
Kemensos Putus Rantai Kemiskinan Lewat Sekolah Rakyat di Kendari [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) via Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sentra Meohai Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadikan kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan lintas generasi di daerah tersebut.

Kepala Sentra Meohai Kendari Muhammad Gunawan di Kendari, Senin, mengutarakan bahwa program ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menyediakan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu serta mereka yang memerlukan perlindungan khusus.

"Program ini lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga menghadirkan sistem pembinaan yang menyeluruh," katanya usai pembukaan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari.

Ia menerangkan para peserta didik tak cuma mendapatkan pendidikan akademik yang berkualitas, melainkan juga pembentukan karakter, kedisiplinan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga atmosfer belajar yang aman dan kondusif.

"Oleh karena itu, kegiatan MPLS dinilai menjadi tahapan krusial untuk menanamkan nilai-nilai integritas, gotong royong, dan rasa percaya diri kepada para siswa baru," ujarnya.

Muhammad Gunawan membeberkan selain di Kota Kendari, ada pula tiga rintisan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, yaitu rintisan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton, dan Kota Kendari.

Akan tetapi, pembangunan fisik baru terwujud di dua lokasi, yakni Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah.

Bangunan permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari didesain mampu menampung hingga 1.080 murid.

"Siswa existing pada Tahun Ajaran 2025/2026 tercatat sebanyak 133 orang, dan pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini bertambah sebanyak 206 orang. Sehingga total siswa yang saat ini menempati sekolah permanen mencapai 339 siswa," kata Muhammad Gunawan.

Demi memperluas jangkauan program strategis nasional ini, pemerintah terus menggalakkan pembangunan sarana Sekolah Rakyat di area lain di wilayah Sultra.

Langkah itu ditindaklanjuti lewat usulan Menteri Sosial kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk pembangunan di lima daerah, yakni Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Konawe, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, serta Kota Baubau.

Ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan program ini membutuhkan sinergi yang solid dari beragam pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat luas.

"Kami berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari dapat menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan program strategis nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif," katanya.

Terkini