Prabowo Sambut PM Thailand Anutin di Istana Merdeka

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:27:02 WIB
Prabowo Terima PM Thailand Anutin di Istana Merdeka [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8/2026) sore.

Pertemuan bilateral itu menjadi yang kedua sejak Indonesia dan Thailand menyepakati peningkatan hubungan kedua negara menjadi Strategic Partnership pada 2025.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan PM Thailand Anutin akan tiba di Jakarta pada Senin sore sebelum menggelar pertemuan resmi dengan Presiden Prabowo.

"Iyaa nanti sore PM Thailand Anutin akan datang ke Jakarta dan akan diterima Presiden Prabowo di Istana Merdeka jam 16.30 WIB," kata Teddy dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Hal serupa disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang yang membenarkan agenda kunjungan tersebut. Dia menjelaskan, pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua negara untuk meningkatkan status hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis.

"Presiden Prabowo akan menerima PM Thailand hari ini," ujar Yvonne dalam keterangan tertulis.

Yvonne menuturkan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan bilateral kedua setelah Indonesia dan Thailand menyepakati peningkatan hubungan kedua negara ke tingkat Strategic Partnership pada 2025.

"Pertemuan ini merupakan yang ke-2 sejak kedua negara sepakat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Strategic Partner pada tahun 2025 saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Thailand," katanya.

Peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis disepakati ketika Presiden Prabowo melaksanakan kunjungan resmi ke Thailand pada 2025. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bagi kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, energi, pertahanan, hingga penguatan kerja sama di kawasan ASEAN.

Pertemuan di Jakarta diperkirakan menjadi momentum bagi kedua pemimpin untuk meninjau pelaksanaan berbagai kesepakatan yang telah dicapai sejak terbentuknya kemitraan strategis sekaligus membahas peluang kerja sama baru di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik kawasan.

Terkini