AS Batal Serang Iran, Rupiah Hari Ini Berpotensi Menguat

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:46:01 WIB
AS Batal Serang Iran, Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas [FOTO: NET].

JAKARTA - Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menaksir mata uang rupiah bakal bergerak menguat didorong keputusan Amerika Serikat (AS) yang membatalkan rencana aksi militer ke Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timteng (Timur Tengah) setelah Trump (Presiden AS Donald Trump) mengatakan pada Minggu (2/8/2026) pagi bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran menyusul permintaan dari Teheran dan negara-negara tetangganya di kawasan tersebut,” ungkapnya, Senin (3/8/2026).

Mengutip Anadolu, Trump mengutarakan bahwa pembatalan serangan dilakukan atas permohonan sejumlah negara tetangga di Timteng yang meminta ruang waktu untuk menuntaskan kerangka kesepakatan damai.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengklaim seluruh pihak telah menyepakati batasan dari potensi kesepakatan, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung, penuh, dan total, sekaligus penghentian ancaman nuklir Iran.

Trump menyatakan bahwa ia setuju membatalkan serangan tersebut “demi kepentingan masa depan dunia dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur.” Namun, ia menegaskan keputusan itu bergantung pada kemampuan semua pihak untuk “segera mencapai kesepakatan.”

Di samping itu, ruang penguatan rupiah diprediksi berlangsung terbatas lantaran investor masih menantikan rilis data ekonomi krusial dalam negeri pada siang ini.

“(Data neraca) perdagangan diperkirakan akan kembali defisit 0,79 miliar dolar dan inflasi diperkirakan naik 0,1 persen MoM (Month on Month), dan inflasi YoY (Year on Year) turun ke 3,2 persen,” kata Lukman.

Mempertimbangkan dinamika tersebut, pergerakan rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Terkini