JAKARTA - Paramount Petals menjalin kemitraan bersama White Horse Group guna menghadirkan armada shuttle bus yang menghubungkan kawasan hunian dengan Counter DayTrans Grogol di samping SPBU Pertamina COCO Daan Mogot KM 1 (seberang Mal Ciputra), Jakarta Barat.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing di Tangerang, Senin menyampaikan shuttle bus yang resmi mengaspal sejak 27 Juli 2026 tersebut, melayani rute perjalanan pulang-pergi setiap hari dengan pemesanan tiket melalui aplikasi DayTrans.
Ia turut memaparkan bahwa penetapan Grogol sebagai titik akhir perjalanan didasari pertimbangan matang.
Wilayah itu mengantongi lokasi strategis lantaran terintegrasi dengan beraneka moda transportasi di Jakarta, mulai dari moda kereta komuter, koridor busway TransJakarta, hingga terminal bus antarkota.
Tak berhenti di situ, Counter DayTrans di Grogol juga bertindak sebagai titik keberangkatan bermacam rute antarkota menuju Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, hingga deretan kota lainnya.
Oleh karena itu, penghuni cukup menaiki shuttle bus dari Paramount Petals menuju Grogol, lalu menyambung perjalanan memanfaatkan jaringan antarkota DayTrans tanpa perlu repot mencari terminal atau titik keberangkatan lainnya.
"Kehadiran shuttle bus menjadi pelengkap pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan di Paramount Petals," kata Ferry.
Ferry juga membeberkan alasan Paramount Land menggaet White Horse sebagai mitra transportasi. Di samping ditopang armada yang luas, ekosistem layanan White Horse dipandang mampu memberikan nilai tambah.
"Karena menghubungkan Paramount Petals dengan berbagai tujuan di dalam maupun luar Jabodetabek melalui satu titik transit," ujarnya.
Pengamat tata kota Yayat Supriatna berpandangan bahwasanya keberhasilan suatu kawasan kota baru tidak sebatas mengandalkan pembangunan fisik hunian.
Komponen yang paling krusial justru terletak pada sejauh mana kawasan itu terkoneksi dengan pusat kegiatan ekonomi serta memiliki sistem mobilitas yang mumpuni.
Menurut analisisnya, pembangunan infrastruktur jalan, akses gerbang tol, hingga sarana transportasi penunjang bakal mengakselerasi transformasi kawasan menjadi pusat pertumbuhan anyar.
"Nilai sebuah kawasan akan meningkat ketika infrastrukturnya baik, akses jalannya mudah, lingkungannya tertata, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien," jelas Yayat.
Yayat mengimbuhkan, publik masa kini semakin mencermati faktor kualitas hidup saat menentukan pilihan tempat tinggal. Kepraktisan akses menuju kawasan perkantoran, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, sampai bandara menjadi variabel penentu dalam pertimbangan tersebut.