Kemenkes Ajak Sekolah Perkuat Perlindungan Anak Lewat BIAS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:39:02 WIB
Kemenkes Minta Sekolah Kolaborasi Lindungi Kesehatan Anak Lewat BIAS [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh kementerian, lembaga terkait, hingga instansi sekolah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan anak lewat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun ini.

Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogyaswari memaparkan pelaksanaan BIAS yang konsisten digelar pada Agustus dan November tiap tahunnya ditujukan guna menjamin setiap anak memperoleh imunisasi lengkap maupun dosis penguat (booster).

“Setiap tahun kami ada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah, yang kami lakukan 2 kali, di bulan Agustus dan November untuk meningkatkan kekebalan terutama, karena masih ada kadang-kadang anak yang lolos belum dapat imunisasi lengkap serta sebagai penguat,” kata Indri di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara seminar daring bertajuk Media Briefing-BIAS: Atasi KLB Campak dan Difteri.

Indri menambahkan, pemberian imunisasi susulan ini tetap dibutuhkan meski anak telah memperoleh imunisasi dasar lengkap sebelumnya, demi menghadirkan proteksi maksimal yang bertahan hingga usia dewasa.

Ia menyampaikan bahwa pihak Kemenkes pada tahun ini tetap menyalurkan imunisasi untuk penyakit campak, tetanus, difteri, serta HPV lantaran masih ditemukannya kasus penyakit-penyakit tersebut pada anak-anak hingga mereka beranjak dewasa.

“Jadi walaupun seperti campak sudah tidak banyak, tapi secara sporadis ini masih ada kasusnya. Jadi walaupun secara nasional angka sudah turun, tapi itu masih ada di beberapa tempat di negara kami,” katanya.

Lebih terperinci, Indri memaparkan anak-anak tingkat SD kelas 1 atau berumur 7 tahun bakal memperoleh satu kali vaksin campak rubella pada bulan ini, lalu disusul pemberian satu kali vaksin difteri tetanus (DT) pada bulan November mendatang.

Pada bulan ini pula, lanjutnya, para siswa kelas 5 SD atau berumur 11 tahun akan mendapatkan satu kali vaksin Human Papillomavirus (HPV) dan disusul imunisasi satu kali vaksin tetanus difteri (TD) sebagai penguat (booster) pada November nanti.

Adapun bagi murid kelas 2 SD atau berumur 8 tahun bakal memperoleh imunisasi penguat (booster) berupa vaksin TD sebanyak satu kali pada bulan November.

Sedangkan untuk skema pemberian imunisasi sekunder, pihak Kemenkes bakal menyalurkan imunisasi kejar vaksin HPV khusus siswa kelas 9 atau berumur 15 tahun sebanyak satu kali pada bulan ini.

“Kemudian sasaran sekundernya ini adalah untuk kejar, jadi anak-anak yang mungkin tahun lalu belum sempat mendapatkan imunisasi HPV di kelas 5, kami kejar berikan. Pun juga anak-anak yang lolos dan saat ini di usia SMP kelas 9 atau 15 tahun. Ini masuknya ke imunisasi kejar HPV,” ujarnya.

Atas dasar itu, Indri berharap pihak sekolah mampu bersinergi dengan unit fasilitas kesehatan maupun dinas pendidikan tingkat kabupaten/kota dalam menggerakkan serta mendorong para orang tua atau wali murid agar dapat mengoptimalkan keikutsertaan anak dalam program BIAS tahun ini.

“Jangan lewatkan BIAS, karena ini disupport full oleh pemerintah, dan bapak-ibu satuan pendidikan dan orang tua tinggal menggerakkan gitu ya, mendorong anak-anak supaya mau berkenan diimunisasi di sekolah agar anak-anak tetap sehat, dan mereka siap belajar, menggapai cita-cita,” katanya.

Tags

Terkini