Penumpang Kereta Aglomerasi Naik 9 Persen pada Semester I 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:38:31 WIB
KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta Aglomerasi di Berbagai Wilayah [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan lonjakan jumlah penumpang kereta aglomerasi yang menyentuh angka jutaan orang sepanjang kurun semester pertama 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, di kawasan Jawa Barat, layanan Commuter Line Bandung Raya mengangkut 10,1 juta pelanggan pada Semester I 2026 atau melesat 9,17 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni 9,2 juta pelanggan.

“Dalam tiga tahun terakhir, tren pengguna juga terus meningkat, dari 14,7 juta pelanggan pada 2023 menjadi 16.159.458 pelanggan pada 2024 dan mencapai 18,7 juta pelanggan sepanjang 2025,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Ia mengutarakan, sekat administrasi kini bukan lagi penghalang ruang gerak aktivitas masyarakat. Alur perjalanan untuk keperluan bekerja, menuntut ilmu, berniaga, berpelesir, hingga menjangkau layanan publik kian terhubung antarkota maupun antarkabupaten.

“KAI menghadirkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah," ujar Anne.

Ia menerangkan, rute Commuter Line Bandung Raya mengaitkan Kota Bandung dengan pelbagai wilayah penyangga layaknya Cimahi, Padalarang, Cicalengka, Rancaekek, Purwakarta, Garut, sampai Kabupaten Bandung Barat.

Koridor tersebut menjelma sebagai tulang punggung mobilitas para pekerja, pelajar, mahasiswa, pedagang, serta wisatawan yang bergerak antardaerah setiap harinya.

Di wilayah Yogyakarta-Solo, Commuter Line Yogyakarta-Palur membukukan 4,7 juta pelanggan sepanjang Semester I 2026, menanjak 6,93 persen ketimbang rentang waktu yang sama tahun lalu. Sementara itu, Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo melayani 582.541 pelanggan alias tumbuh 6,41 persen.

Secara akumulatif, gabungan kedua layanan tersebut memberangkatkan 5,3 juta pelanggan, atau melaju 6,87 persen secara tahunan.

Konektivitas di area Solo Raya juga diperkuat lewat operasional KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) yang melayani 461.482 pelanggan sepanjang Semester I 2026, atau melonjak 24,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun KA Joglosemarkerto yang menghubungkan Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, hingga Pekalongan membukukan 730.576 pelanggan, menguat 10,29 persen disandingkan Semester I 2025.

Di wilayah Jawa Timur, layanan KAI Commuter mengangkut 8,5 juta pelanggan pada Semester I 2026, naik 8,23 persen dibanding masa yang sama tahun lalu.

Jaringan rute Commuter Line Dhoho, Penataran, Supas, Jenggala, Blorasura, hingga Tumapel menjadi penjalin utama yang merangkai pusat pemerintahan, kawasan industri, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata di provinsi tersebut.

"Jaringan kereta api di Jawa Timur memperlihatkan, kebutuhan perjalanan masyarakat tidak terkonsentrasi pada satu kota,” ujar Anne.

“Kereta api menghubungkan pusat pemerintahan, pendidikan, industri, perdagangan, dan pariwisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota," lanjut Anne.

Sementara itu di Banten, Commuter Line Merak melayani 2,4 juta pelanggan sepanjang Semester I 2026 atau melaju 9,40 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Jalur tersebut mengubungkan Rangkasbitung, Serang, Cilegon, hingga Pelabuhan Merak, sekaligus menopang gerak masyarakat di kawasan industri dan perdagangan.

Untuk kawasan Jabodetabek, Commuter Line tetap bertindak sebagai moda transportasi paling utama dengan melayani 176,5 juta pelanggan sepanjang Semester I 2026.

Adapun Commuter Line Basoetta yang merangkai pusat kota dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani 1,1 juta pelanggan atau meningkat 12,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Sumatera Barat, operasional Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai turut memperkokoh mobilitas warga. Khusus untuk KA Lembah Anai, angka penumpang melesat tajam lebih dari tiga kali lipat menjadi 162.428 orang dibandingkan 51.035 pelanggan pada Semester I 2025.

Menurut penilaian Anne, merangkaknya jumlah penumpang membuktikan peran moda kereta api kian vital dalam menopang pergerakan masyarakat di kawasan aglomerasi yang denyut ekonominya saling terhubung.

"Kereta api membantu mendekatkan kota utama dengan wilayah penyangganya. Konektivitas yang semakin baik membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk bekerja, belajar, berusaha, berwisata, dan memperoleh pelayanan publik di berbagai daerah," tegas Anne.

Tags

Terkini

BRMS Raup Penjualan Rp1,71 Triliun, Laba Bersih Terkoreksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:28:01 WIB

Faktor Penyebab Mastitis Berulang pada Ibu Menyusui

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:13:32 WIB

Dorong Logistik Hijau, Fuso eCanter Diserahkan ke FLI

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:10:01 WIB