Menkeu Purbaya Dorong Toyota Pindahkan Pabrik Thailand ke Indonesia

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:45:32 WIB
Purbaya Minta Toyota Relokasi Pabrik Thailand ke RI dan Janji Insentif [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Toyota untuk memboyong basis manufaktur utamanya dari Thailand menuju Indonesia sebagai langkah memperkokoh daya saing industri otomotif nasional.

Purbaya menyampaikan, pemerintah siap mengucurkan bermacam insentif sekiranya Toyota merealisasikan relokasi fasilitas produksinya ke tanah air. Langkah tersebut dipandang selaras dengan upaya pemerintah menggaet investasi anyar pada sektor otomotif.

“Kami juga akan memberikan dukungan kepada Toyota. Namun, kami berharap Toyota dapat membawa basis manufaktur utamanya dari Thailand ke Indonesia. Saya akan memberikan seluruh insentif yang dibutuhkan,” ujar Purbaya dalam Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), GIIAS 2026, Selasa (4/8/2026).

Ia menilai Indonesia memanggul potensi besar untuk menjadi pusat manufaktur kendaraan di kawasan mengingat besarnya cakupan pasar otomotif domestik ketimbang negara lain di Asia Tenggara.

“Mungkin pada masa lalu pemerintah belum memberikan insentif yang memadai kepada investor asing atau iklim investasi kami belum cukup kompetitif. Namun, kali ini kami berkomitmen memperbaikinya secara serius,” katanya.

Guna diketahui, Thailand saat ini menjadi salah satu basis produksi utama Toyota di kawasan Asean, khususnya bagi kendaraan komersial macam Hilux Double Cabin dan Hilux Rangga. Oleh karena itu, Purbaya menyampaikan, pemerintah siap menyodorkan bermacam insentif supaya perusahaan mempertimbangkan pemindahan fasilitas produksinya ke Indonesia.

Ia menguraikan, industri otomotif memegang peranan krusial terhadap perekonomian nasional. Saat ini, sekitar 1,5 juta orang menggantungkan mata pencaharian di sektor tersebut dengan kapasitas produksi kendaraan nasional terpasang menyentuh kisaran 2,6 juta unit per tahun.

Menurutnya, industri otomotif mempunyai keterkaitan dengan pelbagai sektor lain, mulai dari baja, elektronik, bahan kimia, logistik, hingga jasa keuangan. Walau begitu, sebagian bahan baku beserta komponen pendukung industri tersebut masih menggantungkan diri pada impor.

“Karena itu, apabila Anda dapat membawa industri pendukung ke Indonesia, pemerintah siap memberikan insentif yang memadai, bahkan lebih besar jika diperlukan,” jelasnya.

Adapun, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengoperasikan fasilitas produksi di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas sekitar 282.000 unit kendaraan per tahun. Pabrik tersebut turut menjadi salah satu basis manufaktur sekaligus ekspor Toyota menuju pelbagai negara.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, TMMIN mengekspor pelbagai model kendaraan ke sejumlah negara. Produk ekspornya mencakup kendaraan elektrifikasi seperti Yaris Cross Hybrid dan Kijang Innova Zenix Hybrid, serta model bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) seperti Avanza, Veloz, Fortuner, Rush, dan beberapa model lainnya.

Tags

Terkini