Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS Tertekan Greenback

Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:05:02 WIB
Rupiah Ditutup Turun ke Rp18.027 per Dolar AS pada 4 Agustus 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada level Rp18.026 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026) seiring menguatnya greenback. Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, rupiah ditutup melemah sebesar 0,17% ke level Rp18.027.

Selain rupiah terhadap dolar AS, pelemahan juga melanda mayoritas mata uang kawasan Asia lainnya. Tertekannya mata uang paling dalam terhadap dolar AS dialami peso Filipina sebesar 0,41%, disusul yen Jepang yang merosot 0,40%, serta won Korea yang turun 0,29%. 

Selanjutnya, dolar Singapura terhadap dolar AS turut terdepresiasi 0,11%, baht Thailand melemah 0,03%, dan rupee India tergerus 0,02%. 

Hanya mata uang yuan China yang mampu merambat naik tipis 0,02% terhadap dolar AS. Sementara itu, pergerakan dolar Hong Kong, dolar Taiwan, serta ringgit Malaysia terhadap dolar AS terpantau stagnan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan dolar AS terdorong oleh rilis data aktivitas manufaktur AS yang mencatatkan kinerja melampaui ekspektasi, sehingga memicu kembali optimisme atas prospek ekonomi AS.

"Rupiah ditutup melemah ke level Rp18.027 per dolar AS. Pelemahan dipicu oleh penguatan dolar AS setelah data aktivitas manufaktur AS dirilis lebih kuat dari perkiraan," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Di samping dinamika ekonomi AS, sentimen pasar turut dibayangi oleh eskalasi ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah. Kondisi ini mengemuka pascabantahan pihak Iran atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait klaim adanya agenda pembicaraan damai.

Dari ranah domestik, para pelaku pasar memilih mengambil posisi hati-hati menjelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2026 yang dijadwalkan rilis besok. 

Pasar memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional akan mengalami perlambatan jika disandingkan periode terdahulu, sehingga berpotensi membayangi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Sementara itu, atensi pemodal pada sesi perdagangan malam ini turut tertuju pada rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat. 

Catatan data tersebut bakal menjadi salah satu tolok ukur utama yang dicermati pasar untuk mengukur kekuatan sektor tenaga kerja AS serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).

Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah pada sesi perdagangan mendatang masih bakal diwarnai kombinasi sentimen global maupun domestik. 

Rupiah diproyeksikan bergerak pada rentang Rp17.950 sampai Rp18.100 per dolar AS, dengan fokus investor tetap tertuju pada indikator data ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.

Tags

Terkini