Pendapatan BREN Naik 11,5 Persen di I/2026, Kejar Kapasitas 1 GW

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:36:31 WIB
Pendapatan BREN Tumbuh 11,5% di Semester I/2026, Targetkan 1 GW [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit pada semester I/2026 seiring dengan meningkatnya penjualan listrik dari portofolio panas bumi dan angin.

Emiten energi baru terbarukan milik Prajogo Pangestu itu pun menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi melampaui 1 gigawatt (GW) pada akhir 2026 melalui penyelesaian sejumlah proyek.

Chief Executive Officer (CEO) Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan kinerja semester I/2026 ditopang oleh operasional panas bumi yang stabil, pembangkitan listrik dari segmen angin yang tetap kuat, serta keberhasilan perseroan menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun.

"Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia," ujar Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit, BREN membukukan pendapatan sebesar US$334 juta pada semester I/2026, meningkat 11,5% secara tahunan (*year-on-year*/YoY) dibandingkan US$300 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, EBITDA meningkat 13,1% menjadi US$293 juta dari US$259 juta pada semester I/2025. Marjin EBITDA juga membaik menjadi 87,6% dibandingkan 86,3%, mencerminkan kinerja operasional yang kuat serta efisiensi yang berkelanjutan di seluruh lini usaha perseroan.

Adapun laba bersih setelah pajak meningkat 29% menjadi US$106 juta dari US$82 juta pada semester I/2025. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 33,1% menjadi US$87 juta dari US$65 juta.

"Peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan laba operasional serta penurunan beban keuangan sebagai hasil optimalisasi struktur permodalan yang terus dilakukan," tutur Hendra.

Dari sisi operasional, BREN mempertahankan kinerja yang stabil di seluruh portofolio panas buminya. Setelah menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal I/2026, kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi perseroan meningkat menjadi 926 megawatt (MW).

Perseroan kini melanjutkan pengembangan proyek Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3, yang seluruhnya berjalan sesuai rencana dan ditargetkan meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi menjadi lebih dari 1 GW pada akhir 2026.

Selain memperkuat kapasitas operasional, perseroan juga terus memperbaiki struktur keuangannya. Per akhir Juni 2026, total aset BREN meningkat 4,5% menjadi US$4,04 miliar dari US$3,87 miliar pada akhir 2025. Total ekuitas tumbuh 7% menjadi US$945 juta, sedangkan total liabilitas naik 3,8% menjadi US$3,10 miliar.

Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) membaik menjadi 2,25 kali dibandingkan 2,36 kali pada akhir 2025. Adapun rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt-to-equity ratio) turun menjadi 1,73 kali dari 1,87 kali.

Menurut perseroan, perbaikan tersebut memperkuat fleksibilitas keuangan untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang tengah berjalan sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang.

Tags

Terkini