Bullion Bank Bergulir, HRTA Siap Jadi Pemasok Emas Domestik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:51:01 WIB
Dukung Bullion Bank, HRTA Bersiap Jadi Pemasok Emas Nasional [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memandang pengembangan bullion bank alias bank emas di Indonesia berpeluang besar memperkuat ekosistem industri emas nasional.

Perseroan pun mengambil posisi sebagai salah satu pemain strategis yang siap memasuk kebutuhan emas domestik guna menopang operasional bullion bank.

Melalui pemaparan resminya, HRTA menyebutkan bahwa bullion bank memegang peran penting untuk mengubah status emas dari sekadar komoditas fisik menjadi komoditas aset keuangan.

Langkah ini diyakini mampu mendongkrak likuiditas, membentuk mekanisme harga yang transparan, sekaligus menjaga nilai tambah tetap berada di dalam negeri.

Manajemen HRTA menilai potensi emas Indonesia sangat besar lantaran memiliki estimasi cadangan hingga 3.600 ton dan tingkat produksi sekitar 140,1 ton tiap tahunnya. Kendati demikian, porsi terbesar dari rantai nilai industri emas domestik dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor produk bullion senilai lebih dari US$2 miliar per tahun meski ekspor emas mencapai lebih dari US$5 miliar," jelas HRTA.

Merujuk analisis HRTA, optimalisasi ekosistem bullion bank berpeluang mengurai nilai ekonomi industri emas hingga menyentuh Rp500 triliun. 

Penguatan rantai pasok emas nasional juga diproyeksikan sanggup mendongkrak produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,3% serta membuka lebih dari 800.000 lapangan kerja baru.

Dalam skema ekosistem tersebut, HRTA menilai perseroan menempati posisi strategis sebagai pemasok emas domestik bagi bullion bank

Perseroan disokong oleh model bisnis terintegrasi dari tahap pemurnian, manufaktur, hingga distribusi, dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per tahun serta jaringan pemasaran di lebih dari 1.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.

"Hartadinata berada pada posisi yang baik untuk menjadi pemasok emas domestik terpercaya bagi bullion bank melalui kemampuan manufaktur yang terintegrasi dari midstream hingga downstream, kapasitas produksi yang dapat ditingkatkan, serta akses pasar yang kuat," tulis manajemen HRTA.

Perseroan meyakini keikutsertaan dalam ekosistem bullion bank sanggup mendorong pemanfaatan pasokan emas lokal, menekan ketergantungan pada impor bullion, serta memperkokoh infrastruktur emas nasional.

HRTA pun tengah memperkuat fondasi demi menyokong pembentukan bank emas tersebut. Perseroan telah menjalin kemitraan bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. untuk peluncuran BSI Gold, serta bergandengan tangan dengan Pegadaian dalam perintisan bullion bank Indonesia.

Selain itu, HRTA sedang menempuh proses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk produk bullion garapannya.

Guna memperkokoh rantai pasok, HRTA menerapkan skema integrasi yang dimulai dari pengadaan emas dari penambang lokal, agregator emas daur ulang, hingga jalur impor.

Perseroan lantas menjalankan proses pemurnian dan manufaktur, menyediakan sarana penyimpanan melalui entitas kustodian emas, hingga memfasilitasi penyelesaian transaksi fisik bagi bullion bank dan investor institusi.

Pola integrasi ini memungkinkan HRTA mengambil peran yang lebih luas, tak cuma sebagai produsen emas semata, melainkan juga bagian dari infrastruktur utama penopang keberlanjutan ekosistem bullion bank di Indonesia.

Tags

Terkini