Pacu Alat Berat China, Pendapatan Kobexindo Tembus Rp1,02 Triliun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:55:02 WIB
Kobexindo (KOBX) Cetak Pendapatan Rp1,02 Triliun pada Kuartal II/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA— PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) membukukan perolehan pendapatan sebesar Rp1,02 triliun atau terangkat 13,2% disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) pada kuartal II/2026.

Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh melonjaknya penjualan unit alat berat yang merangkak naik 47% secara tahunan.

Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Tbk. Andry B. Limawan menyampaikan bahwa peningkatannya penjualan merupakan buah dari strategi diversifikasi produk yang ditempuh perseroan, baik ditinjau dari sisi tipe maupun merek.

Kobexindo juga melebarkan penetrasi alat berat asal China yang menyodorkan harga kian kompetitif sehingga sanggup menjangkau pasar yang lebih lapang.

"Kami melakukan strategi diversifikasi ini untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan permintaan pasar alat berat nasional. Kebijakan ini juga memperkuat jajaran produk alat berat berkualitas yang kami tawarkan, didukung oleh ketersediaan suku cadang serta layanan perawatan dan perbaikan," ujarnya dalam rilis resminya, Selasa (4/8/2026).

Saat ini Kobexindo menopang empat lini bisnis utama, yaitu penjualan unit alat berat, penjualan suku cadang, layanan jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan, serta lini sewa yang terdiri dari penyewaan alat berat dan penyewaan ruang perkantoran di Kobexindo Tower.

Dari keseluruhan segmen itu, penjualan unit alat berat menjadi pendorong terbesar bagi pendapatan konsolidasi dengan porsi menembus 70,7%. Angka tersebut terangkat signifikan dibandingkan kontribusinya pada kurun yang sama tahun lalu yang sebesar 54,4%.

Menurut Andry, salah satu produk yang mencatatkan tingkat permintaan tinggi yakni Dump Truck Hybrid merek Tonly.

Sejak dilepas ke pasar tahun lalu, produk tersebut konsisten mendapatkan permintaan dari konsumen lantaran mampu memangkas pengeluaran operasional hingga 30%–40% berkat sistem penggerak hibrida berbasis listrik dan solar.

Sementara itu, segmen penjualan suku cadang bertindak sebagai kontributor terbesar kedua dengan porsi 14,1% terhadap pendapatan konsolidasi.

Sepanjang semester I/2026, pendapatan dari lini ini membukukan angka Rp144,04 miliar, menyusut 26,6% dibandingkan Rp196,15 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.

Adapun segmen sewa menjadi penopang pendapatan terbesar ketiga dengan total perolehan Rp84,07 miliar hingga penghujung Juni 2026.

Dari angka tersebut, penyewaan alat berat menyumbang Rp79,70 miliar atau tumbuh 14% secara tahunan, sedangkan perolehan dari penyewaan bangunan tercatat Rp4,37 miliar, terkoreksi 23,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di samping itu, segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan memberikan sumbangan berkisar 7% terhadap pendapatan konsolidasi dengan nilai capaian sebesar Rp70,97 miliar pada enam bulan pertama 2026.

Pencapaian pendapatan tersebut turut mengerek peningkatan profitabilitas perseroan. Laba kotor Kobexindo pada semester I/2026 melonjak 41% secara tahunan menjadi Rp174,8 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan pembenahan margin usaha kendati beban pokok penjualan masih membengkak 8,8%.

Ke depan, perseroan bakal terus mengoptimalkan peluang di sektor pertambangan maupun nonpertambangan melalui penguatan portofolio produk serta layanan purna jual.

"Kami akan terus mengoptimalkan peluang dengan menjual produk alat berat untuk kebutuhan pertambangan maupun nonpertambangan. Menurutnya di tengah kondisi yang penuh tantangan, kami berkomitmen memperluas diversifikasi produk dan memperkuat layanan purna jual, termasuk memperbesar portofolio merek asal China yang menawarkan harga kompetitif. Strategi ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan penjualan sekaligus memperkuat daya saing perseroan di pasar domestik.

Tags

Terkini