Titik Panas Melonjak, BNPB Gelar Modifikasi Cuaca di Sumsel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:29:01 WIB
BNPB kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) selama tujuh hari terhitung 4 sampai 10 Agustus 2026 demi meredam peningkatan titik panas.

Kepala BNPB Suharyanto dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, mengutarakan bahwa tindakan darurat ini ditempuh usai angka titik panas merujuk pada pantauan Satelit NASA NOAA20 naik drastis dari 46 titik pada 2 Agustus menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026.

"OMC merupakan salah satu upaya mendukung penanggulangan karhutla di enam provinsi prioritas yang memiliki lahan gambut luas dan sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran masif," kata dia.

Suharyanto menerangkan bahwa penyelenggaraan OMC ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto pada rapat terbatas di Istana Merdeka pada 28 Juli 2026 mengenai antisipasi dampak musim kemarau serta fenomena El Nino.

Di samping menjalankan arahan Presiden, penanganan ini turut merespons surat permohonan bantuan OMC dari Gubernur Sumatera Selatan yang sudah memberlakukan status siaga darurat bencana asap dipicu karhutla sampai 30 November 2026.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB memverifikasi bahwa pusat operasional OMC ditempatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dengan sokongan penuh TNI AU, BMKG, dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan.

Pada hari perdana pelaksanaan, Selasa (4/8), armada pesawat penyemai berhasil mengeksekusi satu sorti penerbangan dengan menebarkan 1.000 kilogram bahan semai di kawasan Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Penyebaran garam (NaCl) memanfaatkan pesawat berbadan tetap (fixed wing) tersebut terbukti berdaya guna merangsang jatuhnya hujan berintensitas ringan di titik terdampak.

"Selanjutnya pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian diimbau meningkatkan sinergi dan pencegahan dini agar tidak melakukan pembakaran lahan," kata Suharyanto menambahkan.

Tags

Terkini