Menhan Usulkan Latihan Terintegrasi TNI Digelar 2-3 Kali Setahun

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:35:31 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengajukan usul agar latihan terintegrasi serta pembinaan TNI diselenggarakan dua sampai tiga kali dalam satu tahun guna memantapkan kesiapsiagaan prajurit, alat utama sistem senjata (alutsista), hingga sokongan operasi.

Sjafrie mengutarakan usulan itu usai menghadiri latihan terintegrasi tiga matra TNI di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).

"Program latihan baik terintegrasi maupun latihan pembinaan di masing-masing angkatan tidak boleh dilaksanakan hanya satu kali dalam satu tahun. Latihan ini akan kami lakukan dua atau tiga kali dalam satu tahun," katanya.

Menurut Sjafrie, penambahan intensitas latihan teramat penting agar tingkat kesiapan personel, alutsista, serta dukungan logistik senantiasa terpelihara dalam merespons bermacam ancaman kedaulatan negara.

Sjafrie mengemukakan bahwa penyelenggaraan latihan yang lebih berkesinambungan membutuhkan alokasi pembiayaan yang memadai. Oleh sebab itu, kehadiran jajaran pimpinan Komisi I DPR RI dalam ajang tersebut dinilai krusial untuk menyokong pemenuhan anggaran latihan TNI.

Bukan cuma menambah frekuensi agenda latihan, Kementerian Pertahanan turut menjajaki pengoptimalan penggunaan karya industri pertahanan domestik, termasuk kendaraan nirawak pemantau (unmanned surveillance vehicle) yang diproyeksikan untuk pengamanan area perbatasan.

Menurut Sjafrie, penerapan teknologi tersebut bakal membantu TNI dalam mendeteksi pelbagai tindakan ilegal di domain darat maupun perairan sebagai bagian dari pemantapan sistem pertahanan nasional.

Sjafrie menggarisbawahi bahwa ekspansi industri pertahanan dalam negeri menjadi wujud akuntabilitas pemerintah dalam memperkokoh kapasitas pertahanan sekaligus mewujudkan kemandirian alutsista nasional.

Tags

Terkini