Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor Minyak dari Rusia

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:40:01 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengutarakan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah merancang kontrak jangka panjang guna merealisasikan impor minyak mentah atau crude dari Rusia.

“(Impor) tahap pertama sudah (tiba). Tahap kedua lagi berjalan. Nanti kami bikin kontrak jangka panjang,” ujar Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026)

Dalam momentum tersebut, Bahlil menegaskan secara lugas bahwa pihak yang mengeksekusi pengadaan atau pembelian minyak dari Rusia bukanlah PT Pertamina, melainkan langsung oleh negara melalui perantara Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Bahlil memaparkan bahwa seusai negara merampungkan proses impor minyak mentah dari Rusia tersebut, penyaluran distribusi ke tengah masyarakat sepenuhnya menjadi ranah kedaulatan negara yang kebal dari segala bentuk intervensi pihak asing.

“Negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain. Ini negara. Negara kami ini menganut asas bebas aktif,” ucap Bahlil.

Bangsa Indonesia tidak memposisikan diri untuk mendikte negara lain, tutur Bahlil, sehingga sudah sepatutnya negara lain pun tidak memiliki hak untuk mendikte Indonesia, terkhusus dalam urusan pemenuhan pasokan energi nasional.

“Independensi negara kami harus kami jaga sebagai bagian daripada pengabdian kami kepada Ibu Pertiwi,” kata Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa Indonesia pada saat ini memang sedang memerlukan pasokan komoditas minyak. Kapasitasnya sebagai Menteri ESDM menuntut dirinya untuk memikul kepentingan menjaga ketersediaan stok cadangan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap aman.

Selama prosedur pengadaan impor minyak tersebut tidak menabrak koridor aturan hukum yang berlaku, Bahlil menyatakan dari belahan dunia manapun asal sumber minyak tersebut, dirinya akan tetap mengambil keputusan untuk mengimpornya.

Berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 mengenai Pengaturan Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquified Petroleum Gas (LPG) demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil lantas memberikan mandat kepada Lemigas untuk mengeksekusi impor minyak asal Rusia.

Tujuan utama dari pengalihan pengelolaan impor sektor energi di bawah kendali Lemigas ini, sambung dia, tak lain guna memangkas jalur birokrasi rantai pasok dari proses impor yang berlangsung selama ini.

Bahlil menimpali bahwa pelaksanaan impor komoditas energi lewat institusi Lemigas tersebut turut membuka peluang terwujudnya skema kerja sama transaksi langsung antarnegara atau government to government (G to G).

Tags

Terkini