JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pemerintah sedang bersiap menghadirkan beberapa museum baru dengan mengoptimalkan aset mangkrak milik Danantara sebagai langkah memajukan kebudayaan nasional.
“Terus kita juga akan memberikan sejumlah museum-museum baru yang diinisiasi oleh pemerintah misalnya museum film yang akan kami rencanakan di Kota Tua menggunakan aset dari gedung Danantara,” ujar Fadli dalam bincang santai yang digelar di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Di samping itu, bakal dihadirkan pula museum fotografi di kawasan Kota Lama Semarang, pemanfaatan gedung eks Jiwasraya di Jalan Asia Afrika Bandung untuk museum musik, hingga museum arsitektur di Surabaya.
Properti yang dimiliki perusahaan Danantara tersebut, menurutnya, merupakan bangunan yang telah terbengkalai selama 10 tahun, bahkan ada gedung berusia satu abad yang tergolong sebagai cagar budaya.
“Jadi pemanfaatan ini saya kira akan juga bermanfaat bagi pemajuan kebudayaan di bidang-bidang tadi. Misalnya film, kami tidak punya museum film. Kami ingin ada sejarah film Indonesia di situ dari zaman Belanda, dari Hindia Belanda, film pertama ya Loetoeng Kasaroeng sampai film-film yang terakhir. Sehingga kami tahu berapa sih produksi film Indonesia dari dulu sampai sekarang, bagaimana jatuh bangunnya, perkembangannya, dari mulai film bisu, film hitam putih dan seterusnya,” tambahnya.
Begitu pula halnya dengan bidang musik yang diharapkan dapat menyajikan perjalanan musik tanah air beserta transformasinya lewat museum, terlebih karya musik Indonesia saat ini semakin diminati publik dalam negeri.
Apabila mencermati industri perfilman, pangsa pasar (market share) film nasional telah menyentuh angka 67 persen sehingga keberadaan karya lokal kian mendominasi di negeri sendiri.
Hadirnya museum film diharapkan mampu menyuguhkan rekam jejak sejarah sekaligus menjalankan fungsi edukasi yang menarik.
Fadli menegaskan bahwa proyek pembangunan museum ini bakal dimulakan pada tahun ini.