Pendapatan DMAS Melonjak, Data Center Jadi Motor Utama

Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:26:02 WIB
Greenland International Industrial Center PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten yang terafiliasi dengan grup Sinarmas, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), mencatatkan peningkatan kinerja signifikan pada semester I/2026 seiring meningkatnya pengakuan pendapatan dari penjualan lahan industri, terutama yang didorong oleh permintaan sektor pusat data atau data center.

Pengembang kawasan Deltamas tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,80 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp613,36 miliar.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk. Tondy Suwanto mengatakan kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh segmen kawasan industri yang masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perseroan.

"Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat," ujarnya dalam keterangannya dikutip, Kamis (6/8/2026).

Dari total pendapatan tersebut, segmen industri memberikan kontribusi sebesar Rp1,75 triliun atau sekitar 97% dari keseluruhan pendapatan. Sementara itu, segmen hunian menyumbang Rp19,32 miliar, segmen komersial sebesar Rp18,16 miliar, pendapatan sewa Rp9,47 miliar, serta sektor hotel Rp8,07 miliar.

Menurut Tondy, besarnya kontribusi sektor industri tidak terlepas dari tingginya permintaan lahan dari perusahaan data center yang menjadi penggerak utama penjualan lahan industri perseroan.

"Sektor data center masih jadi pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualan lahan industri kami yang dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan di paruh pertama tahun 2026," katanya.

Kenaikan pendapatan tersebut turut meningkatkan tingkat keuntungan DMAS. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp1,28 triliun, meningkat 197,22% dibandingkan semester I/2025 yang mencapai Rp429,65 miliar.

Margin laba kotor juga tetap berada pada level tinggi sebesar 70,81%, mencerminkan tingginya tingkat keuntungan dari aktivitas penjualan lahan industri.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih DMAS meningkat 175,34% menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp433,02 miliar pada semester I/2025. Perseroan juga mencatat margin laba bersih sebesar 66,11%, menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga.

Dari sisi keuangan, kondisi neraca DMAS semakin kuat. Total aset perseroan per 30 Juni 2026 meningkat 23,43% menjadi Rp8,79 triliun dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun.

Kenaikan aset tersebut terutama didorong oleh peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp2,09 triliun hingga akhir semester I/2026. Nilai tersebut naik sekitar 453,06% dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp377 miliar.

Sementara itu, total liabilitas DMAS tercatat sebesar Rp1,78 triliun, sedangkan ekuitas meningkat 6,02% menjadi Rp7,01 triliun.

Dengan kondisi tersebut, DMAS menyatakan tetap mempertahankan struktur permodalan yang konservatif karena tidak memiliki utang.

Perseroan menegaskan posisi kas yang kuat akan digunakan untuk melanjutkan pengembangan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta yang menggabungkan kawasan industri, komersial, dan hunian.

Tags

Terkini