Laba Bersih Mitra Keluarga (MIKA) Naik Jadi Rp684 Miliar di Semester I

Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:53:32 WIB
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) mencatatkan raihan kinerja solid sepanjang rentang Januari—Juni 2026. Laba bersih yang berhasil dikantongi perseroan mengalami kenaikan 6,92% secara tahunan pada kurun waktu ini.

Merujuk pada laporan keuangan, MIKA mengamankan pendapatan yang terangkat 8,01% year-on-year (YoY) dari Rp2,56 triliun menjadi Rp2,76 triliun dalam periode Januari—Juni 2026.

Peningkatan pendapatan MIKA disokong oleh tumbuhnya segmen pendapatan perseroan di pelbagai wilayah. Di area Jakarta dan Jawa Barat, MIKA mendokumentasikan pendapatan bersih bernilai Rp2,10 triliun selama kurun 6 bulan pertama 2026.

Sementara itu, di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, MIKA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp665,34 miliar sejak awal tahun hingga Juni 2026. Begitu pula pada lini segmen lain-lain yang mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp16,50 miliar.

Seiring peningkatan omzet perseroan, MIKA mencatat beban pokok pendapatan yang terangkat menjadi Rp1,28 triliun per Juni 2026, dari sebelumnya Rp1,16 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.

Alhasil, usai dikurangi bermacam beban dan pajak, MIKA mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang tumbuh 6,92% YoY menjadi Rp684,05 miliar sepanjang semester awal 2026, dari Rp639,72 miliar pada kurun waktu yang sama 2025.

Pertumbuhan laba bersih MIKA turut mendorong laba per saham meningkat menjadi Rp49,25 per saham dari posisi Rp46 per saham pada Januari—Juni 2025.

Ditinjau dari sisi neraca keuangan, MIKA mengantongi total aset yang merambat naik menjadi Rp9,98 triliun per Juni 2026, dari Rp9,26 triliun pada Desember 2025.

Kondisi serupa dialami total liabilitas perseroan yang meningkat menjadi Rp1,71 triliun per Juni 2026, dari angka Rp1,09 triliun per Desember 2025. Adapun ekuitas perseroan turut mengalami pertumbuhan menjadi Rp8,26 triliun per Juni 2026.

Tags

Terkini