IPC Terminal Petikemas

IPC Terminal Petikemas Fokus Tingkatkan Layanan dan Operasional Berbasis Digital 2026

IPC Terminal Petikemas Fokus Tingkatkan Layanan dan Operasional Berbasis Digital 2026
IPC Terminal Petikemas Fokus Tingkatkan Layanan dan Operasional Berbasis Digital 2026

JAKARTA - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka lembaran baru tahun 2026 dengan menekankan tema “Operational dan Service Excellence”. Langkah ini menjadi pijakan awal implementasi Roadmap IPC TPK dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 untuk memperkuat peran terminal petikemas di kancah logistik nasional dan global.

Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, menyampaikan bahwa tema tahun ini merupakan wujud komitmen perusahaan meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan. “Roadmap IPC TPK 2026–2030 disusun dalam tiga tahapan, yaitu Operational & Service Excellence, Business & Connectivity Enhancement, dan Development,” ujarnya.

Peningkatan Operasional dan Efisiensi Layanan

Tahap pertama, Operational & Service Excellence, ditujukan untuk memastikan proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman, dan konsisten. Hal ini diharapkan memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa, pelaku logistik, dan mitra usaha di tengah dinamika industri global.

Guna menegaskan komitmen tersebut, IPC TPK mempercepat digitalisasi layanan dan integrasi operasional terminal. “Program ini termasuk standardisasi, sistemisasi, dan integrasi operasi terminal berkelanjutan, yang meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi bagi pelanggan,” jelas Guna.

Program digital yang diimplementasikan sepanjang 2025 menjadi landasan pengembangan 2026. Beberapa inisiatif utama antara lain Terminal Booking System (TBS) untuk keteraturan arus kendaraan, pemindai peti kemas untuk keamanan, serta Terminal Operating System (TOS) Nusantara yang mengandalkan PARAMA dan PRAYA sebagai sistem inti operasional.

Transformasi Model Bisnis dan Strategi Hub & Spoke

Selain operasional, IPC TPK juga menata ulang model bisnis untuk memperkuat posisinya sebagai operator terminal petikemas di Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Penataan ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Sebagai bagian dari pengembangan jangka menengah, perusahaan mulai merencanakan konsep hub & spoke pada terminal-terminal yang dikelola. Konsep ini diarahkan meningkatkan konektivitas antar terminal, mengoptimalkan kapasitas, serta mendukung biaya layanan yang lebih kompetitif secara bertahap.

Implementasi konsep hub & spoke dilakukan dengan memperhitungkan kesiapan infrastruktur, sistem, dan volume layanan. Guna menekankan pentingnya penguatan operasional dan layanan, ia menyatakan langkah ini menjadi kebutuhan utama agar IPC TPK tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Digitalisasi sebagai Pilar Layanan Berkelanjutan

Digitalisasi operasional bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya logistik dan memperkuat kepercayaan pengguna jasa. IPC TPK menekankan bahwa layanan digital yang terintegrasi akan mempermudah pengambilan keputusan berbasis data sekaligus meningkatkan produktivitas seluruh unit kerja.

Penggunaan TOS Nusantara PARAMA dan PRAYA menjadi tulang punggung pengelolaan operasional yang standar, terintegrasi, dan berbasis data. Sistem ini membantu memantau arus peti kemas secara real-time, mengurangi risiko human error, dan memastikan kepatuhan standar keselamatan dan keamanan.

Digitalisasi juga mendukung transparansi bagi pelanggan, mitra logistik, dan regulator. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat posisi IPC TPK di pasar logistik yang semakin kompetitif, sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui arus logistik yang handal.

Konsistensi Layanan dan Komitmen Nasional

Komitmen perusahaan terlihat dari kesiapan layanan pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026. IPC TPK tetap melayani tujuh kapal terakhir di 2025 dan tujuh layanan pertama di 2026, menandai konsistensi dan kemampuan adaptasi di berbagai wilayah operasi.

Guna menegaskan peran strategis pelabuhan, ia menambahkan bahwa penguatan operasional dan layanan memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham. “Langkah ini sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” tandasnya.

Selain itu, program transformasi ini menjadi fondasi untuk tahap kedua dan ketiga dalam roadmap perusahaan. Business & Connectivity Enhancement akan fokus pada penguatan jaringan dan integrasi layanan, sementara tahap Development menyiapkan ekspansi dan inovasi berkelanjutan.

Roadmap ini menunjukkan bahwa IPC TPK menempatkan inovasi, digitalisasi, dan efisiensi sebagai inti strategi pertumbuhan. Dengan langkah-langkah ini, perusahaan berharap mampu menciptakan ekosistem logistik yang lebih terintegrasi dan berdaya saing tinggi.

Ke depan, IPC TPK menargetkan penguatan konektivitas antar terminal melalui digitalisasi dan modernisasi fasilitas. Hal ini diharapkan mempermudah distribusi barang, mengurangi waktu tunggu, serta menurunkan biaya operasional bagi seluruh pemangku kepentingan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan peran pelabuhan sebagai pusat logistik nasional. Dengan layanan dan operasional yang lebih efisien, IPC TPK mendukung tercapainya efisiensi rantai pasok nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di perdagangan global.

Program digital dan modernisasi terminal menjadi fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang IPC TPK. Perusahaan optimistis strategi ini dapat menghasilkan kinerja operasional yang unggul sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index