JAKARTA - Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga tubuh agar tetap fit sepanjang hari. Banyak orang mencari cara untuk tetap bertenaga, salah satunya dengan minum kopi saat sahur.
Kopi identik dengan energi dan fokus instan, sehingga kerap dijadikan “senjata andalan” sebelum memulai puasa. Namun, efek kafein terhadap stamina selama puasa masih sering dipertanyakan.
Kafein Saat Sahur: Bantu atau Justru Membuat Lemas?
Dr. Tirta menjelaskan bahwa konsumsi kopi saat sahur perlu diperhatikan dengan bijak. Efek segar dari kopi hanya bersifat sementara dan tidak menjamin energi bertahan hingga waktu berbuka.
Kafein bekerja sebagai stimulan yang merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kewaspadaan. Efek ini membuat tubuh terasa lebih fokus, tetapi biasanya hanya bertahan dua hingga tiga jam.
Selain itu, kafein memiliki efek diuretik ringan, yang meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi saat sahur tanpa cukup cairan, tubuh berisiko lebih cepat merasa haus saat puasa.
Mengandalkan kopi sebagai sumber energi utama saat sahur bukanlah pilihan ideal. Tubuh tetap membutuhkan nutrisi dari karbohidrat, protein, dan lemak sehat untuk bertahan sepanjang hari.
Dr. Tirta menyarankan agar konsumsi kopi dialihkan ke waktu setelah berbuka atau setelah salat Tarawih. Dengan cara ini, manfaat kafein tetap bisa dirasakan tanpa mengganggu keseimbangan cairan tubuh.
Jika tetap ingin minum kopi saat sahur, pilih kopi dengan kadar kafein ringan dan hindari gula berlebihan. Ini membantu mencegah lonjakan gula darah sekaligus mengurangi risiko dehidrasi.
Pola Sahur Tepat Agar Energi Tahan Lama
Kualitas sahur jauh lebih berpengaruh terhadap stamina dibandingkan kafein. Beberapa prinsip sahur yang dianjurkan dapat membantu tubuh tetap bertenaga hingga berbuka.
Utamakan Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan roti gandum dicerna lebih lambat. Energi dilepaskan secara bertahap sehingga perut tetap kenyang dan tubuh tidak cepat lemas.
Cukupi Asupan Protein
Protein dari telur, ikan, ayam, atau kacang-kacangan membantu menjaga massa otot. Energi yang stabil sepanjang hari lebih mudah didapatkan dengan asupan protein cukup.
Tambahkan Lemak Sehat Secukupnya
Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun menjadi cadangan energi yang baik. Lemak ini juga ringan bagi pencernaan sehingga tidak membuat tubuh cepat lelah.
Batasi Gorengan dan Lemak Jenuh
Makanan berlemak tinggi cenderung membuat tubuh cepat lelah. Selain itu, metabolisme bisa terganggu sehingga tubuh terasa lebih berat selama berpuasa.
Pastikan Asupan Air Putih Cukup
Air putih adalah kunci agar tubuh tetap terhidrasi. Cukup minum sebelum imsak membantu mencegah dehidrasi sepanjang hari.
Strategi Kopi dan Nutrisi Saat Puasa
Minum kopi saat sahur tidak dilarang, tetapi bukan solusi utama menjaga stamina. Kafein hanya memberikan dorongan sementara, sedangkan cairan dan nutrisi yang seimbang menentukan energi bertahan lebih lama.
Mengkombinasikan kopi pasca berbuka atau Tarawih dengan sahur bergizi seimbang adalah strategi terbaik. Dengan begitu, tubuh tetap bugar tanpa risiko dehidrasi atau rasa lemas.
Fokus pada sahur yang tepat berarti tubuh menerima karbohidrat, protein, lemak sehat, dan cairan cukup. Kombinasi ini membantu tubuh menjalani puasa dengan nyaman sambil menjaga konsentrasi dan energi.
Selain itu, konsumsi kopi setelah berbuka membantu tetap terjaga di malam hari. Ini bermanfaat bagi yang harus melanjutkan aktivitas atau menunaikan ibadah tambahan seperti salat malam.
Efek stimulan kopi memang terasa menyenangkan, tetapi tidak bisa menggantikan fungsi gizi sahur. Mengandalkan kopi semata justru berpotensi membuat tubuh kehilangan cairan dan cepat lelah.
Puasa yang sehat bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga metabolisme tetap stabil. Nutrisi sahur yang tepat membuat energi bertahan, tubuh tetap fokus, dan aktivitas harian berjalan optimal.
Dengan pola sahur bergizi dan konsumsi kopi bijak, puasa Ramadan menjadi pengalaman yang lebih nyaman. Stamina tetap terjaga, tubuh tetap segar, dan ibadah dapat dilakukan dengan lebih maksimal.
Inilah alasan mengapa banyak ahli gizi dan dokter menyarankan untuk menyeimbangkan asupan kopi dan makanan. Dengan strategi ini, puasa bukan hanya ibadah spiritual tetapi juga sarana menjaga kesehatan tubuh.
Memahami efek kafein, pola makan, dan hidrasi menjadi kunci agar puasa berjalan lancar. Tubuh yang cukup energi dan cairan membuat ibadah lebih fokus tanpa gangguan lemas atau haus berlebihan.
Dengan demikian, minum kopi saat sahur bisa tetap dinikmati, asalkan diimbangi nutrisi dan cairan yang tepat. Strategi ini menjadikan puasa lebih bertenaga, sehat, dan tetap nikmat secara spiritual maupun fisik.
Puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar, tetapi juga seni menjaga keseimbangan tubuh. Mengatur sahur, hidrasi, dan waktu kopi membuat ibadah lebih maksimal tanpa mengorbankan kesehatan.