Transformasi RS Universitas Hasanuddin

Transformasi RS Universitas Hasanuddin Menjadi Pusat Layanan Kesehatan, Pendidikan, dan Riset Terpadu Bagi Masyarakat

Transformasi RS Universitas Hasanuddin Menjadi Pusat Layanan Kesehatan, Pendidikan, dan Riset Terpadu Bagi Masyarakat
Transformasi RS Universitas Hasanuddin Menjadi Pusat Layanan Kesehatan, Pendidikan, dan Riset Terpadu Bagi Masyarakat

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktiksaintek) Brian Yuliarto baru-baru ini meresmikan pemakaian penuh gedung Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan nasional yang terintegrasi.

Peran Strategis RS Unhas dalam Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan

Dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat, Brian menyebut RS Unhas sebagai rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Unhas. Saat ini, RS Unhas berstatus Rumah Sakit Tipe B dengan kapasitas 414 tempat tidur.

RS ini memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan rujukan, pendidikan tenaga medis, serta pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan. Brian menekankan rumah sakit universitas harus menjadi wahana pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Rumah sakit universitas seperti RS Unhas harus menjadi ruang pembelajaran, ruang inovasi, dan ruang pengabdian. Di sinilah pendidikan, riset, dan layanan kesehatan bertemu untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian.

RS Unhas diharapkan menjadi contoh integrasi layanan kesehatan dengan pendidikan tinggi dan riset. Dampak nyata bagi masyarakat menjadi tujuan utama dari pengembangan rumah sakit ini.

Dukungan Infrastruktur dan Sumber Daya RS Unhas

Gedung RS Unhas yang baru diresmikan dibangun berkat dukungan KfW Development Bank. Nilai pendanaan mencapai sekitar USD 32 juta atau setara Rp500 miliar, meliputi pembangunan fisik, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan sistem layanan.

Gedung tersebut telah diserahterimakan pada Januari 2023 dan kini resmi digunakan secara penuh. Kehadiran gedung baru ini mendukung optimalisasi pelayanan medis dan pendidikan di RS Unhas.

Direktur Utama RS Unhas, Andi Muhammad Ichsan, menjelaskan rumah sakit ini tidak hanya melayani masyarakat Sulawesi Selatan. RS Unhas juga berfungsi sebagai rumah sakit rujukan dan pembina bagi rumah sakit di Sulawesi Barat hingga Papua.

Sepanjang tahun 2025, RS Unhas mencatat 178.000 kunjungan rawat jalan dan 9.995 pasien rawat inap. Selain itu, terjadi 10.400 kunjungan IGD dan 5.700 tindakan operasi, menunjukkan tingginya aktivitas rumah sakit ini.

Kontribusi RS Unhas dalam Pendidikan Medis

Di bidang pendidikan, RS Unhas setiap tahun mendidik sekitar 8.200 calon dokter serta dokter spesialis hingga subspesialis. Program ini juga mencakup mahasiswa internasional yang belajar di Fakultas Kedokteran Unhas.

RS Unhas didukung oleh 214 dosen yang juga berpraktik sebagai tenaga medis. Mereka terdiri atas profesor, konsultan, subspesialis, dan spesialis yang terlibat langsung dalam pendidikan dan pelayanan pasien.

Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen kampus untuk mengembangkan layanan kesehatan terpadu. Hal ini dilakukan secara profesional dan berkelanjutan, menjangkau masyarakat luas dengan pengelolaan yang akuntabel.

Pengembangan RS Unhas diarahkan agar selaras dengan penguatan sumber daya manusia dan teknologi. Integrasi ini menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas layanan, pendidikan, dan riset.

“Universitas Hasanuddin berkomitmen mengembangkan RS Unhas sebagai bagian dari layanan strategis universitas. Targetnya terukur, pengelolaan sehat, dan dukungan penuh terhadap pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat,” ujar Jamaluddin Jompa.

Dengan langkah-langkah ini, RS Unhas semakin menegaskan posisinya sebagai pusat pendidikan, riset, dan layanan kesehatan terpadu di Indonesia. Sinergi antara universitas dan rumah sakit membuktikan model rumah sakit pendidikan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kehadiran gedung baru RS Unhas menjadi simbol nyata modernisasi fasilitas medis sekaligus penguatan peran universitas dalam pelayanan publik. Program ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi universitas lain yang ingin mengembangkan rumah sakit pendidikan serupa.

Selain itu, RS Unhas membuka kesempatan bagi penelitian medis yang lebih mendalam. Penelitian ini memungkinkan inovasi baru yang dapat diterapkan langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Kolaborasi antara dosen, tenaga medis, dan mahasiswa menciptakan lingkungan belajar yang dinamis. Lingkungan ini memungkinkan penerapan teori dan praktik secara bersamaan, meningkatkan kualitas lulusan dan layanan rumah sakit.

Ke depannya, RS Unhas akan terus mengembangkan kapasitas layanan dan fasilitas. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat dan kompleks.

Peran RS Unhas sebagai rumah sakit rujukan juga memperkuat jaringan pelayanan kesehatan di Sulawesi dan wilayah timur Indonesia. Jaringan ini memastikan akses layanan medis berkualitas lebih merata bagi masyarakat.

Gedung yang baru diresmikan ini juga mendukung program pengabdian masyarakat. Dengan fasilitas modern, RS Unhas mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Dukungan penuh dari pemerintah, universitas, dan lembaga internasional seperti KfW Development Bank menjadi faktor penting keberhasilan RS Unhas. Sinergi ini menjadi contoh pengembangan rumah sakit pendidikan yang berkelanjutan.

RS Unhas bukan hanya tempat belajar dan bekerja, tetapi juga pusat inovasi kesehatan. Inovasi ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.

Dengan pendekatan terpadu antara pendidikan, riset, dan pelayanan, RS Unhas menunjukkan bagaimana universitas dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan kesehatan nasional. Konsep ini menjadi inspirasi bagi pengembangan rumah sakit pendidikan lain di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index