JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada Kamis, 5 Februari 2026. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan pengambilan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Saat mengucapkan sumpah, Juda mengatakan, “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara.” Pernyataan ini menjadi momen sakral yang menegaskan komitmen Juda terhadap tugasnya.
Peran Juda Menggantikan Thomas Djiwandono di Kabinet
Juda menggantikan Thomas Djiwandono yang kini ditunjuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Thomas sebelumnya menjabat sebagai Wamenkeu sejak Kamis, 18 Juli 2024, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Perpindahan ini menandai pertukaran posisi antara Thomas dan Juda sebagai Wamenkeu dan Deputi Gubernur BI. Rotasi jabatan ini menunjukkan kesinambungan dan strategi pemerintah dalam mengisi posisi kunci ekonomi nasional.
Jejak Pendidikan Juda Agung
Juda Agung lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan latar belakang pendidikan awal di bidang teknologi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987 dengan jurusan Teknologi Pertanian.
Ketertarikan Juda pada ekonomi mendorongnya melanjutkan studi ke Inggris. Delapan tahun setelah lulus S1, ia meraih gelar magister di bidang keuangan, perbankan, dan finansial dari University of Birmingham.
Juda kemudian melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama dan memperoleh gelar PhD di bidang ekonomi pada 1999. Latar belakang akademik ini membekalinya dengan kemampuan riset dan analisis yang mumpuni untuk sektor keuangan nasional.
Karier Profesional di Bank Indonesia dan Internasional
Juda mengawali karier profesional di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Ia pernah ditugaskan di Kantor Perwakilan BI London pada periode 1992–1999.
Setelah kembali dari Inggris, Juda menempuh jalur riset sebagai peneliti ekonomi junior pada 1999–2002. Ia kemudian menjadi peneliti ekonomi di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada 2002–2003, sebelum naik jabatan menjadi analis senior di direktorat yang sama.
Pada 2006–2008, Juda dipercaya menjabat Kepala Bagian Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sekaligus mendapat penugasan di Dana Moneter Internasional (IMF). Ia kemudian menjadi Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada 2012–2013, dan Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada 2013.
Pada 2014, ia dilantik menjadi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter oleh Gubernur BI Agus D. W. Martowardojo. Karier internasionalnya terus berlanjut saat menjabat Direktur Eksekutif IMF periode 2017–2019.
Setelah kembali ke Indonesia, Juda dipercaya sebagai Asisten Gubernur BI yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada 2020–2022. Puncaknya, ia dilantik sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021, dan mengucapkan sumpah pada 6 Januari 2022.
Namun, pada 13 Januari 2026, Juda mengajukan pengunduran diri dari jabatan Deputi Gubernur BI. Pengunduran diri ini membuka peluang bagi penempatan baru dalam Kabinet Merah Putih, yang kemudian terwujud dengan pelantikannya sebagai Wamenkeu.
Harta Kekayaan Juda Agung Berdasarkan LHKPN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 10 Maret 2025, kekayaan Juda Agung mencapai Rp56.084.744.920. Kekayaan ini terdiri dari tanah, bangunan, alat transportasi, surat berharga, dan kas.
Tanah dan bangunan miliknya mencakup: 300 m² dan 250 m² di Jakarta Pusat senilai Rp3.000.000.000; 128 m² dan 80 m² di Bogor senilai Rp640.000.000; bangunan seluas 27 m² di Jakarta Pusat senilai Rp240.900.000; dan tanah 237 m² di Jakarta Selatan senilai Rp7.700.000.000.
Selain itu, Juda memiliki mobil Toyota Fortuner Diesel 2.4 VRZ A/T tahun 2020 senilai Rp375.591.625, Toyota Calya Astra M/T 2019 senilai Rp102.378.250, dan BMW 730Li M Sport CKD 2022 senilai Rp1.546.150.000. Harta lainnya mencakup surat berharga Rp22.306.724.050 dan kas sebesar Rp11.884.316.995, dengan utang Rp1.652.216.000.
Informasi ini menegaskan posisi Juda sebagai tokoh penting di sektor keuangan Indonesia dengan rekam jejak akademik dan profesional yang solid. Keputusan pemerintah menempatkannya sebagai Wamenkeu diharapkan memberikan dampak positif bagi pengelolaan keuangan negara.