Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Demi Pemerataan Pendidikan

Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Demi Pemerataan Pendidikan
Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Demi Pemerataan Pendidikan

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan fisik Sekolah Rakyat Tahap II di Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini tersebar di 11 lokasi, dibagi ke dalam dua klaster yakni Jawa Tengah 1 dan Jawa Tengah 2.

Wilayah Jawa Tengah 1 mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara Jawa Tengah 2 meliputi enam titik di Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, dan Kota Semarang.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan dilakukan cepat, tepat, dan berkualitas. Hal ini agar fasilitas sekolah segera bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

Tantangan Akses dan Strategi Logistik

Dody menyoroti kendala akses konstruksi di Kabupaten Brebes, dekat Sungai Pemali dan Jalan Raya Brebes. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan jembatan darurat (Bailey) untuk mobilisasi material.

Pekerjaan awal di Brebes baru memasuki tahap striping lahan dan mobilisasi alat berat. Konstruksi fisik lebih lanjut menunggu keputusan final terkait penyediaan jembatan sebagai jalur logistik utama.

Penyediaan akses logistik ini dinilai penting agar target penyelesaian tidak terhambat. Dengan adanya jembatan darurat, distribusi material dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Progres Pembangunan dan Capaian Wilayah

Berdasarkan data progres fisik periode 2–8 Februari 2026, wilayah Jawa Tengah 1 baru mencapai 2,717% pembangunan. Sedangkan wilayah Jawa Tengah 2 sedikit lebih tinggi yaitu 6,337%, dengan Temanggung menjadi yang tertinggi mencapai 30,05%.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare. Lahan ini disiapkan pemerintah daerah untuk mendukung fasilitas belajar yang memadai.

Pembangunan ini bertujuan mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Tengah. Dengan progres bertahap, diharapkan seluruh sekolah dapat selesai sesuai jadwal.

Skala Nasional dan Target Kapasitas Siswa

Secara nasional, proyek Sekolah Rakyat Tahap II mencakup 104 lokasi di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Program ini menargetkan total daya tampung 112.320 siswa, terbagi dalam 3.744 rombongan belajar.

Pembangunan skala besar ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Setiap lokasi dirancang untuk memberikan fasilitas belajar yang representatif dan modern.

Pengembangan sekolah dilakukan dengan standar konstruksi permanen agar mampu bertahan lama. Hal ini juga mendukung efisiensi biaya perawatan dan pemanfaatan jangka panjang.

Manfaat Jangka Panjang dan Pemerataan Pendidikan

Sekolah Rakyat Tahap II diharapkan menjadi titik pemerataan pendidikan di berbagai wilayah Jawa Tengah. Fasilitas modern ini dapat meningkatkan kualitas belajar siswa di daerah yang sebelumnya minim sarana pendidikan.

Dengan pembangunan menyeluruh, pemerintah menargetkan peningkatan akses pendidikan berkualitas. Hal ini sejalan dengan upaya mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

Proyek ini juga membuka peluang lapangan kerja selama proses konstruksi. Tenaga lokal dapat dilibatkan untuk mendukung pembangunan dan operasional sekolah di masa depan.

Kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan proyek. Sinergi ini diharapkan mempercepat penyelesaian dan memastikan manfaat langsung dirasakan masyarakat.

Selain itu, keberadaan Sekolah Rakyat yang representatif mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia di level daerah. Generasi muda mendapat kesempatan belajar dengan fasilitas memadai tanpa harus pindah ke kota besar.

Dody Hanggodo menekankan bahwa pengawasan kualitas konstruksi menjadi prioritas utama. Setiap tahap pembangunan dipantau ketat agar standar keselamatan dan mutu bangunan tetap terjaga.

Proyek Sekolah Rakyat Tahap II juga diharapkan menjadi model pembangunan pendidikan di daerah lain. Strategi klaster dan pengelolaan logistik yang efisien dapat diterapkan di provinsi lain untuk mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan.

Dengan selesainya proyek ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara signifikan di Jawa Tengah. Sekolah modern akan menjadi fondasi bagi generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index