Waskita Karya

Waskita Karya Rehabilitasi SPAM Lampahan Aceh, Air Bersih Kembali Mengalir untuk 3.000 KK

Waskita Karya Rehabilitasi SPAM Lampahan Aceh, Air Bersih Kembali Mengalir untuk 3.000 KK
Waskita Karya Rehabilitasi SPAM Lampahan Aceh, Air Bersih Kembali Mengalir untuk 3.000 KK

JAKARTA - Pemulihan infrastruktur dasar menjadi salah satu langkah penting setelah wilayah mengalami bencana. Salah satu sektor yang paling krusial untuk segera dipulihkan adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, upaya pemulihan tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Sistem Penyediaan Air Minum yang sebelumnya rusak akibat bencana kini kembali berfungsi dan melayani kebutuhan warga.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil merehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Bener Meriah, Aceh, dalam waktu secepat mungkin. Kini SPAM tersebut sudah kembali berfungsi mengaliri air bersih untuk memenuhi kebutuhan 3.000 Kepala Keluarga di sejumlah desa dan kawasan Hunian Sementara.

Pemulihan layanan air bersih ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sempat terdampak kerusakan sistem pengairan. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Air bersih menjadi salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat terutama setelah terjadi bencana. Tanpa akses air yang memadai, aktivitas rumah tangga dan kesehatan masyarakat dapat terganggu.

Dengan kembali beroperasinya SPAM Lampahan, warga kini dapat memperoleh air bersih secara lebih stabil. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Peninjauan Langsung Menteri Pekerjaan Umum

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sempat meninjau langsung lokasi SPAM Lampahan di Bener Meriah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengairan telah berjalan dengan baik.

Dalam peninjauan tersebut ia melihat langsung proses distribusi air yang telah kembali normal. Selain itu kualitas air yang dihasilkan juga diperiksa untuk memastikan layak digunakan masyarakat.

Ia memastikan sistem pengairan berjalan baik dan air yang dialirkan berkualitas prima serta jernih. Hal ini menjadi indikator penting bahwa sistem yang telah direhabilitasi mampu berfungsi dengan optimal.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan air minum bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan fasilitas pengolahan air yang lebih baik.

"Kita tambah instalasi pengolahan air. Harapan kita semua air yang disalurkan ke rumah-rumah tangga sudah diolah terlebih dahulu," ujarnya.

Penambahan fasilitas pengolahan air ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat. Dengan demikian air yang diterima warga sudah melalui proses pengolahan yang sesuai standar.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan air minum di wilayah tersebut. Sistem pengolahan yang baik akan memastikan air yang digunakan aman bagi kesehatan.

Kerusakan SPAM Akibat Bencana

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan bahwa SPAM Lampahan mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025. Kerusakan tersebut menyebabkan sistem penyediaan air minum tidak dapat berfungsi secara optimal.

Bencana tersebut berdampak pada berbagai komponen infrastruktur yang berada di kawasan tersebut. Salah satu yang terdampak adalah fasilitas pengambilan air yang menjadi bagian dari sistem SPAM.

Seiring meningkatnya kebutuhan air minum masyarakat, perbaikan sistem menjadi sangat penting. Selain itu perbaikan juga bertujuan menjamin pemenuhan aspek kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan layanan air.

Oleh karena itu dilakukan rehabilitasi terhadap sistem penyediaan air minum yang rusak. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat setempat.

Perseroan kemudian melakukan beberapa perbaikan pada SPAM Lampahan. Perbaikan tersebut meliputi berbagai pekerjaan teknis di lapangan.

Perbaikan dimulai dengan membersihkan jalan serta jembatan dari batu dan kayu bekas longsoran bencana. Material longsoran tersebut sebelumnya menghambat akses menuju fasilitas sistem air.

Selain itu dilakukan pembangunan bendung menggunakan material batu yang berasal dari longsoran di sekitar lokasi intake. Bendung ini berfungsi sebagai pengatur aliran air yang masuk ke sistem pengolahan.

Pekerjaan lainnya adalah membersihkan saluran pengarah air yang menuju instalasi sistem. Saluran tersebut sebelumnya tertutup material yang terbawa oleh longsor.

Tim juga melakukan penataan kembali lahan di sekitar intake agar lebih rapi dan aman. Langkah ini penting untuk memastikan operasional sistem berjalan dengan baik.

Seluruh proses perbaikan dilakukan secara bertahap oleh tim teknis di lapangan. Tujuannya agar sistem dapat kembali berfungsi dalam waktu yang relatif cepat.

Penambahan Instalasi Pengolahan Air Baru

Ke depan Waskita Karya berencana menambah fasilitas pengolahan air pada SPAM Lampahan. Penambahan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan air minum.

Perusahaan akan menambahkan Instalasi Pengolahan Air atau IPA baru dengan kapasitas 20 liter per detik. Fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat sistem yang telah ada sebelumnya.

Penambahan instalasi ini juga bertujuan menggantikan sistem SPAM Non-IPA yang saat ini masih beroperasi. Sistem tersebut dinilai tidak lagi memenuhi ketentuan serta standar teknis penyediaan air minum.

Dengan adanya instalasi baru diharapkan proses pengolahan air menjadi lebih optimal. Air yang didistribusikan kepada masyarakat akan memiliki kualitas yang lebih baik.

"Melalui pembangunan IPA itu, diharapkan SPAM Lampahan mampu memberikan pelayanan air minum yang lebih andal," kata Ermy.

Ia juga menyebut pembangunan instalasi baru akan membantu memenuhi standar kualitas air minum. Selain itu sistem tersebut akan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Layanan tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat di Kecamatan Timang Gajah. Wilayah tersebut menjadi salah satu daerah yang membutuhkan pasokan air bersih yang stabil.

Secara keseluruhan SPAM Lampahan kini memiliki total kapasitas sebesar 30 liter per detik. Kapasitas tersebut terdiri dari IPA sebesar 20 liter per detik serta sistem Non-IPA sebesar 10 liter per detik.

Dengan kapasitas tersebut sistem diharapkan mampu melayani kebutuhan air masyarakat secara lebih optimal. Peningkatan kapasitas juga penting untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan air di masa depan.

Komitmen Waskita Karya dalam Pemulihan Wilayah Bencana

Selain SPAM Lampahan, Waskita Karya juga tengah melakukan rehabilitasi dua sistem penyediaan air minum lainnya di Bener Meriah. Kedua sistem tersebut adalah SPAM Janarata dan SPAM Bukit.

Perusahaan berkomitmen menyelesaikan proyek rehabilitasi tersebut secepat mungkin. Hal ini agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari layanan air bersih yang kembali berfungsi.

Pemulihan infrastruktur air minum menjadi bagian penting dari proses pemulihan wilayah pascabencana. Tanpa sistem air yang memadai masyarakat akan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Perusahaan juga melihat rehabilitasi SPAM bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, proyek ini merupakan upaya membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

"Mengerjakan rehabilitasi SPAM ini bagi kami bukan sekadar menghadirkan air bersih, tapi bagaimana menciptakan langkah dan harapan baru bagi masyarakat," tutur dia.

Waskita Karya menyatakan akan terus hadir mendukung upaya pemulihan wilayah bencana. Dukungan tersebut tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur tetapi juga berbagai program pemulihan lainnya.

Melalui upaya rehabilitasi ini diharapkan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Akses air bersih yang memadai menjadi salah satu kunci penting dalam proses pemulihan tersebut.

Ke depan pengelolaan sistem air minum diharapkan semakin baik dan berkelanjutan. Infrastruktur yang kuat akan membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index