Jakarta - Mode stacking jewelry atau metode mengombinasikan sejumlah perhiasan secara bertumpuk kian digandrungi oleh kelompok remaja sebagai media untuk menunjukkan kepribadian dan representasi gaya mandiri seiring dengan melesatnya tren mode yang berfokus pada keunikan individu.
Fenomena ini dicirikan oleh melonjaknya pemanfaatan perpaduan cincin, kalung, serta gelang bertingkat yang dipasangkan secara kasual seturut selera masing-masing orang, sekaligus memicu kenaikan animo terhadap barang perhiasan buatan domestik berdesain autentik dan personal.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia Adi Rahardja menuturkan bahwa naiknya pamor stacking jewelry mengindikasikan adanya pergeseran minat pembeli yang saat ini lebih memburu barang yang mampu memperlihatkan jati diri serta corak personal mereka.
"Meningkatnya popularitas tren stacking jewelry menunjukkan adanya pergeseran tren, di mana konsumen kini semakin mencari produk yang dapat merepresentasikan karakter dan gaya personal mereka. Tren ini memberikan ruang untuk bereksperimen dan mengkombinasikan berbagai jenis perhiasan untuk menciptakan gaya sesuai dengan preferensi masing-masing individu," kata Adi dalam keterangannya, Selasa.
Adi mengimbuhkan bahwa fenomena tersebut pun menghadirkan prospek cerah bagi para kreator bisnis dan brand domestik untuk menelurkan terobosan baru lewat kurasi perhiasan yang lebih variatif serta inovatif.
Berdasarkan analisis Shopee, perhiasan pada masa kini tak lagi dianggap sebatas pemanis busana semata, namun telah bertransformasi menjadi medium perwujudan diri yang memfasilitasi pemakainya guna mengisahkan narasi, watak, serta kesukaan pribadi lewat rupa-rupa padu padan aksesori.
Salah satu aliran yang banyak digemari ialah necklace layering atau pemakaian beberapa utas kalung dengan ukuran panjang serta model yang bervariasi sekaligus.
Modifikasi tersebut umumnya menyatukan kalung berhiaskan huruf inisial, lambang tertentu, ataupun charm yang menyimpan nilai filosofis bagi pemiliknya.
Bukan hanya kalung, mekanisme stacking cincin ikut meroket karena dianggap sanggup menghadirkan citra penampilan yang lebih berani tanpa harus mengandalkan terlampau banyak pernak-pernik pendukung.
Konsumen biasanya menyatukan cincin berpola simpel dengan cincin yang dimensinya lebih dominan atau mempunyai kontur menonjol demi menghadirkan keselarasan visual.
Gejala yang sama pun dijumpai pada pengenaan gelang bertingkat yang memadukan rupa-rupa bahan dasar mulai dari logam, mutiara, hingga untaian manik-manik penuh warna.
Kombinasi dari pelbagai tekstur serta dimensi itu dipandang efektif memunculkan impresi gaya yang lebih khas dan kuat.
Shopee memandang bahwa pertumbuhan antusiasme pada model perhiasan yang individualistik, bernilai seni, serta adaptif ini menjadi momentum bagi produsen lokal untuk melebarkan jangkauan pasar sekaligus mengokohkan daya saing komoditas fesyen tanah air di ekosistem digital.