MAKKAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memulangkan sebanyak 142 haji yang mengalami sakit lebih awal ke tanah air lewat program Tanazul yang diakomodasi oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah Syougie menjelaskan bahwa program Tanazul ditujukan bagi jamaah yang dinyatakan layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
"Program Tanazul ini merupakan program di mana jamaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya. Atau jika jamaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia, itu kami pulangkan," ujar Syougie di Makkah, dikutip pada Rabu (17/5/2026).
Syougie menggarisbawahi bahwa setiap jamaah yang direkomendasikan masuk dalam program ini wajib melewati proses penilaian kesehatan, dengan menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai pertimbangan paling utama.
Proses asesmen diterapkan pada kondisi medis jamaah, baik bagi mereka yang mengidap penyakit penyerta maupun yang baru saja menyelesaikan masa perawatan di rumah sakit.
Tim medis selanjutnya akan memeriksa stabilitas kondisi pasien dan melakukan konsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang bersangkutan.
"Setelah dinilai stabilitasnya, akan kami konsulkan ke DPJP terkait. Misalnya dia ada masalah jantung kami konsulkan ke spesialis jantung, pasca-stroke kami konsulkan ke dokter saraf. Hasilnya dinilai apakah layak terbang atau tidak untuk diprogramkan mutasinya," jelas Syougie.
Ia memaparkan bahwa KKHI sempat menerima sekitar 400 berkas permohonan Tanazul. Meski begitu, tidak seluruhnya berlanjut pada proses evakuasi lantaran sebagian jamaah kondisinya berangsur pulih dan akhirnya bisa pulang bersama kloter asal mereka.
Merujuk pada data terkini yang dikumpulkan KKHI, total 142 haji telah berhasil dipulangkan via program Tanazul. Di sisi lain, jumlah permohonan yang masuk tercatat menyentuh angka 334 pengajuan, belum termasuk tambahan 33 berkas permohonan baru pada awal pekan ini.
Syougie menjamin jamaah sakit yang diikutkan dalam program Tanazul bakal tetap memperoleh pengawasan medis secara intensif sampai detik-detik menjelang keberangkatan.
"Untuk jamaah sakit, kami akan nilai ulang kembali sebelum penerbangan," katanya.
Syougie mengimbuhkan bahwa pendampingan medis dipastikan terus melekat selama proses pemulangan berlangsung.
Jamaah yang mengikuti program Tanazul akan diawasi secara periodik oleh petugas kesehatan, mulai dari ruang tunggu bandara hingga memasuki pesawat menuju tanah air.