Menko Yusril: Visi Pesantren Sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo

Menko Yusril: Visi Pesantren Sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo
Yusril: Visi Pesantren Selaras dengan Astacita Pemerintahan Presiden [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa visi pesantren memiliki keselarasan dengan Astacita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pada acara Tasyakuran Ulang Tahun Ke-10 Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/7/2026), ia menyebut visi tersebut terutama berkaitan dengan pembangunan SDM berkualitas, penguatan sains dan teknologi, serta pemantapan ideologi bangsa.

"Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada lembaga pendidikan seperti Pesantren Modern Internasional Dea Malela," ucap Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Senin (20/07/2026).

Dalam kurun waktu satu dekade, PMI Dea Malela dinilai telah membuktikan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan global, sekaligus kokoh secara spiritual serta berakhlak mulia.

Mewakili Presiden, Menko menyampaikan apresiasi serta salam hangat dari Prabowo kepada pendiri PMI Dea Malela, Profesor Kiai Haji Din Syamsuddin, beserta segenap jajaran pengasuh dan santri. Pemerintah memandang PMI Dea Malela sebagai salah satu pusat pendidikan Islam visioner di Indonesia Timur.

Yusril turut mengapresiasi kontribusi nyata Prof. Din Syamsuddin dalam membangun jaringan pendidikan internasional tersebut.

"Santri multinasional di PMI Dea Malela membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi kiblat peradaban Islam yang moderat (wasathiyah) dan damai di mata dunia," tuturnya.

PMI Dea Malela sendiri didirikan oleh tokoh ulama dan intelektual nasional, Din Syamsuddin, dengan mengusung visi From Sumbawa to the World

Nama "Dea Malela" diambil dari sosok ulama kharismatik asal Gowa-Makassar, Ismail Dea Malela, penyebar Islam di Sumbawa yang sempat diasingkan oleh kolonial ke Cape Town, Afrika Selatan.

Sejak awal, pesantren ini dirancang sebagai center of excellence pendidikan Islam internasional yang memadukan kurikulum sains modern, karakter kepemimpinan, dan nilai keislaman universal. 

Kiprah globalnya terlihat dari komposisi santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara, seperti Rusia, Thailand, Kamboja, hingga Timor Leste.

Perayaan satu dekade PMI Dea Malela dihadiri oleh sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, bersama para tokoh nasional dan pejabat daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index