IHSG Menguat ke 6.228 Sesi I, Saham Sektor Migas Kompak Memanas

IHSG Menguat ke 6.228 Sesi I, Saham Sektor Migas Kompak Memanas
IHSG Sesi I Naik 0,86%, Saham Migas ITMG dan MEDC Jadi Pendorong [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menjaga performa positifnya di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini. Merujuk pada data RTI Infokom, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,86% ke level 6.228,91 pada akhir sesi I, Senin (20/7/2026). 

Tercatat 398 saham mengalami kenaikan, 188 saham terkoreksi, dan 205 saham bergerak stagnan, dengan total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp10.849,63 triliun.

Sementara itu, saham-saham di sektor migas tampak menguat sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. 

(ITMG) terapresiasi 2,31% ke harga Rp24.400, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 2,41% menjadi Rp2.550, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melesat 3,25% ke level Rp1.270.

Lebih lanjut, saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menguat 4,03% menjadi Rp1.420 dan saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) naik 2,34% ke level Rp655.

 Pergerakan saham emiten migas tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak global akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi di Selat Hormuz seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

BRI Danareksa Sekuritas melaporkan bahwa harga minyak Brent telah melonjak 2,51% menjadi US$90,31 per barel, sementara minyak WTI naik 2,25% ke posisi US$84,35 per barel sebagai dampak ketegangan di Timur Tengah. 

"Reli dipicu oleh eskalasi konflik AS-Iran, termasuk berlanjutnya serangan militer, blokade laut terhadap pelabuhan Iran, serta ancaman terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz," tulis analis BRI Sekuritas, Senin (20/7/2026).

Imbas dari eskalasi tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz melambat dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan, mengingat sekitar 20% perdagangan minyak dunia bergantung pada jalur tersebut. 

BRI Danareksa Sekuritas menilai lonjakan harga minyak ini berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten energi seperti MEDC, ENRG, ELSA, PGEO, dan AKRA.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index