JAKARTA - Praktik membersihkan celah gigi memakai benang gigi secara rutin, menurut para pakar, tidak sekadar berguna untuk kesehatan rongga mulut, melainkan turut berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Dr. Y. Natalie Jeong, D.M.D., M.A selaku kepala Departemen Periodontologi di Sekolah Kedokteran Gigi Universitas Tufts di Amerika Serikat menuturkan bahwa merawat kebersihan gigi dan gusi sangat krusial bagi kondisi tubuh.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Real Simple pada Minggu (19/7), ia menuturkan bahwa pola pembersihan gigi yang keliru dapat memicu akumulasi plak serta residu makanan di dalam mulut.
"Menyikat gigi tanpa menggunakan benang gigi sama seperti hanya mencuci bagian depan dan belakang piring tetapi tidak bagian sampingnya," kata Dr. Jeong.
"Plak dan sisa makanan yang tertinggal di sana dapat mengeras menjadi kalkulus (tartar), yang menyebabkan penyakit gusi," katanya.
Penyakit gusi meliputi berbagai kondisi yang menyerang jaringan di sekitar gigi, di antaranya periodontitis serta gingivitis.
Periodontitis merupakan tipe penyakit gusi yang lebih berat karena menyerang struktur pendukung di area gigi, termasuk jaringan lunak dan tulang, bahkan berisiko memicu hilangnya gigi jika tidak segera ditangani.
Sementara itu, gingivitis adalah tahapan paling awal dari penyakit gusi yang ditandai dengan pembengkakan gusi.
Dr. Jeong menyebut bahwa rutinitas memelihara kebersihan mulut mampu membantu menurunkan beban peradangan harian pada tubuh serta otak.
Ia menuturkan bahwa bakteri di rongga mulut beserta molekul peradangan yang dipicunya dapat mengganggu pembuluh darah saat masuk ke dalam sirkulasi darah.
"Iritasi tersebut membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku, lebih meradang, dan lebih rentan terhadap pembentukan plak," kata Dr. Jeong.
Dia menuturkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menaikkan risiko aterosklerosis, yakni kondisi penyempitan serta pengerasan pada pembuluh darah arteri.
Peradangan jangka panjang juga menyebabkan sistem imun tubuh bekerja secara berlebihan, sehingga menciptakan kondisi di mana penyakit kardiovaskular dapat muncul dengan lebih gampang.
"Jika Anda memiliki plak aterosklerotik dan Anda memiliki kondisi peradangan yang meningkat (akibat penyakit gusi), risiko pembekuan darah jadi lebih tinggi," kata dokter gigi anak Gian Pietro Schincaglia, DDS, PhD.
Dr. Jeong menegaskan bahwa membersihkan celah gigi memakai benang gigi merupakan tindakan anti-inflamasi harian yang memberikan pengaruh signifikan.
"Ini adalah kebiasaan kecil dengan dampak yang luar biasa, membantu mengurangi peradangan kronis, melindungi kesehatan secara keseluruhan, dan mendukung seberapa baik tubuh menyembuhkan, berfungsi, dan menua," katanya.