JAKARTA - Selama ini, yoga sering diidentikkan dengan aktivitas orang dewasa untuk menjaga kebugaran serta mengelola stres. Namun, olahraga yang berfokus pada gerakan tubuh dan teknik pernapasan ini ternyata memiliki berbagai manfaat untuk anak.
Felicia Sinta, Instruktur Yoga Anak dari Yogaland, mengungkapkan bahwa yoga bisa menjadi aktivitas yang membantu anak mengenali tubuhnya sejak dini.
Gerakan-gerakan yang diterapkan dapat disesuaikan dengan usia serta kemampuan anak agar tetap terasa menyenangkan. Berikut adalah lima manfaat yoga bagi anak:
Membantu perkembangan motorik
Beragam gerakan dalam yoga mengharuskan anak mengoordinasikan bagian tubuhnya secara bersamaan. Contohnya, saat anak mengikuti arahan untuk menggerakkan kaki, tangan, atau menjaga keseimbangan posisi tubuh.
“Untuk motorik anak itu sangat bermanfaat karena ada koordinasi badan dan gerak. Anak menjadi lebih aware dengan badannya, instruksi kiri dan kanan, serta keseimbangan badannya,” kata Sinta saat ditemui Kompas.com dalam acara Pesta Hidup Berseri, di Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Sinta, aktivitas ini membuat anak semakin sadar dengan tubuhnya. Anak juga belajar memahami arah, seperti kiri dan kanan, sekaligus melatih keseimbangan tubuh lewat gerakan sederhana.
Melatih pernapasan agar lebih sadar
Yoga turut memperkenalkan anak pada pentingnya mengatur napas. Sinta biasanya membimbing anak untuk menarik serta membuang napas secara perlahan agar tubuh menjadi lebih rileks.
“Yoga juga mengajarkan anak untuk melatih pernapasan. Saya biasanya mengajak anak-anak untuk tarik dan buang napas agar lebih rileks dan bernapas dengan sadar,” ujar Sinta.
Ia menjelaskan, anak-anak sering kali belum paham cara bernapas yang tepat. Oleh sebab itu, latihan dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah dibayangkan.
“Anak-anak itu banyak yang enggak mengerti kalau napas lewat hidung, sehingga saya ajarkan kalau menarik napas itu perutnya mengembang dan membuang nafas itu perutnya kempes,” jelasnya.
Agar lebih mudah dimengerti, instruksi yoga untuk anak umumnya memakai visualisasi cerita atau binatang.
Menguatkan otot perut
Sinta menyebutkan, beberapa pose yoga anak dirancang khusus untuk menguatkan otot perut atau core. Bagian tubuh ini penting guna menopang postur dan membantu anak melakukan berbagai kegiatan.
“Beberapa pose yoga anak juga dirancang untuk melatih dan menguatkan otot perut. Sebab, masalah yang sering terjadi di anak itu core-nya lemah di bagian perut dan yoga bisa memperkuatnya,” kata Sinta.
Gerakan tersebut dapat dilakukan dengan cara yang seru, seperti mengangkat telapak kaki mendekati telinga layaknya sedang menelepon atau memindahkan bola menggunakan kaki.
“Biasanya gerakannya bisa dengan memindahkan bola dengan kaki, atau mengangkat telapak kaki ke dekat telinga seperti sedang telepon untuk melatih perut dan kelentura tubuh,” lanjutnya.
Membantu memperbaiki kebiasaan postur
Kebiasaan anak yang terlalu sering menggunakan ponsel dapat memengaruhi posisi tubuh. Sinta menilai, anak yang terbiasa bermain ponsel, menulis sambil menyandar di meja, atau duduk dengan posisi tidak ideal akan lebih mudah merasa lelah.
Kondisi tersebut berkaitan dengan otot perut yang kurang kuat serta postur tubuh yang tidak ideal. Lewat yoga, anak diajak mengenali posisi tubuh sekaligus melatih kekuatan otot yang menopang gerakan.
Membantu meregulasi emosi
Bagi anak, mengenali serta mengelola emosi tidak selalu mudah. Rasa kecewa, marah, atau cemas terkadang muncul tanpa bisa langsung dijelaskan melalui kata-kata.
Melalui latihan pernapasan dalam yoga, anak diajak berhenti sejenak dan menyadari napasnya. Embusan dan tarikan napas yang dilakukan secara perlahan bisa membantu anak lebih tenang saat menghadapi situasi tertentu. Menurut Sinta, kemampuan mengatur napas ini juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Mengatur nafas saat yoga ini juga bisa membantu anak meregulasi emosi dengan baik, sehingga bisa ia terapkan juga di kehidupan sehari-hari,” pungkas Sinta.