KUII VIII Bakal Bahas Isu Pangan, Energi, hingga Pertahanan

KUII VIII Bakal Bahas Isu Pangan, Energi, hingga Pertahanan
MUI Sebut KUII VIII Bahas Isu Pangan, Energi, dan Pertahanan [FOTO: NET].

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membeberkan agenda Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 yang akan membedah bermacam persoalan bangsa.

Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Marsudi Syuhud mengutarakan, salah satu isu pokok yang disinggung mencakup peran serta tantangan lembaga legislatif dalam penguatan demokrasi dan pelaksanaan kedaulatan rakyat.

“Jadi nanti dari seluruh organisasi atau undangan juga mendengarkan presentasi-presentasi, selain pembukaannya dari Presiden (Prabowo Subianto), juga dari menteri-menteri yang dianggap penting bagi kongres ini,” kata Marsudi dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Sebagaimana tertuang pada dokumen resmi, Sidang Pleno III menggaet Ketua DPR RI Puan Maharani selaku pemateri.

Sementara Sidang Pleno IV bakal menelaah kebijakan presiden serta agenda pembangunan nasional di tengah aspirasi dan kebutuhan rakyat serta tantangan global bersama Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman selaku penceramah.

Adapun Sidang Pleno V mengulas kekuasaan kehakiman dalam menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran dengan narasumber Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Sunarto.

Selanjutnya, Sidang Pleno VI berfokus pada dinamika politik dan keamanan dalam menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran yang dibawakan oleh Menko Polkam Djamari Chaniago.

Serta Sidang Pleno VII mengangkat topik ketahanan dan kedaulatan pangan dengan mengundang Menko Pangan Zulkifli Hasan.

“Ini kira-kira ini nyari pangan itu masih gampang atau sudah susah? Dan ketahanannya kayak apa, cukup apa enggak? Negara agraris tapi berasnya masih impor. Itu nanti akan dilihat, dikritisi oleh para kiai-kiai dan tokoh-tokoh dan akademisi,” ujar Marsudi.

Di sisi lain, Sidang Pleno VIII membicarakan peta jalan ketahanan dan pertahanan nasional di tengah dinamika global dengan menyajikan materi dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Ketahanan itu enggak hanya overflight itu kayak apa, renggnuk-renggnuk di laut jalan begitu bebas itu kayak apa? Tapi ketahanan kita tidak hanya ketahanan defense atau ketahanan sektor keamanan, tapi ketahanan lain-lainnya, sosial budayanya juga dikaji,” ucap Marsudi.

Untuk Sidang Pleno XI, diskusi bermuara pada ketahanan energi beserta tata kelola energi dan sumber daya mineral yang berorientasi pada kemakmuran rakyat dengan pemateri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Marsudi menuturkan, ada beberapa sesi sidang pleno lain yang direncanakan menghadirkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Rocky Gerung, Mahfud MD, dan figur publik lainnya.

Kongres akan diikuti 87 ormas Islam

Gelaran KUII VIII dijadwalkan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada 24-26 Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan membuka kongres tersebut pada Jumat (24/7/2026), sedangkan penutupannya akan dipimpin Ketua MPR Ahmad Muzani bertepatan dengan puncak Milad ke-49 MUI pada Minggu (26/7/2026).

“Kongres akan dimulai pada hari Jumat jam 4 sore. Insyaallah dijadwalkan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Haji Prabowo Subianto di Hotel Bidakara,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan.

KUII VIII merupakan wadah lima tahunan yang menghimpun bermacam ormas Islam guna mendiskusikan Isu-isu strategis kebangsaan.

Helatan ini bakal diikuti tak kurang dari 87 organisasi kemasyarakatan Islam se-Indonesia yang berada di bawah naungan MUI.

Menurut pandangan Marsudi, kongres tak hanya berfungsi sebagai sarana silaturahmi antarormas Islam, melainkan juga wadah untuk menyampaikan pemikiran serta sumbangsih saran atas bermacam kebijakan pemerintah.

“Kritik itu biasa. Nanti dalam kongres ini ada masukan-masukan terhadap pemerintah,” ucap Marsudi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index