Waka MPR Sebut Program Kompor Listrik Bergulir pada 2027

Waka MPR Sebut Program Kompor Listrik Bergulir pada 2027
Program Kompor Listrik Bergulir 2027 Demi Pangkas Subsidi [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan bahwa pada 2027 pihak pemerintah bakal menjalankan proses transisi dari kompor gas menuju kompor listrik atau induksi guna memangkas beban subsidi energi.

"Rumah tangga ini masih masak menggunakan LPG, kami ganti dengan kompor listrik, kompor induksi," kata Eddy di Jakarta, Selasa, pada sesi diskusi bertajuk "Reformasi Subsidi Energi".

Berdasarkan penjelasannya, agenda kompor listrik telah tercantum di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 demi menekan ketergantungan atas impor LPG.

Ia mengutarakan bahwa program itu terus dikawal supaya peralihan energi dari gas ke listrik sungguh-sungguh terealisasi sehingga sanggup menekan subsidi energi yang kian membengkak.

Eddy menandaskan bahwa berdasar data yang dipegangnya, pemerintah mesti menggelontorkan dana hingga Rp390 triliun guna membiayai subsidi energi, baik berupa bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.

"Perhitungan kami subsidi kompensasi termasuk subsidi listrik itu kurang lebih Rp390 triliun sebelum permasalahan perang yang ada di Timur Tengah," ujarnya.

Lantaran hal tersebut, konversi energi mendesak dilaksanakan demi menekan penyaluran subsidi yang salah sasaran, bahkan Eddy menyebutkan ada temuan studi yang mengindikasikan 63 persen subsidi justru dinikmati kelompok masyarakat mampu.

Ia menyampaikan bahwasanya pada 2027 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mengoperasikan program kompor listrik, yang mana kelak para penerima manfaat bakal memperoleh kompor listrik beserta peralatan masak secara cuma-cuma.

"Diberikan gratis kompor dan alat memasaknya. Program ini ketika kami hitung masih jauh lebih murah daripada kami impor LPG 3 kg," kata Eddy.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil pada Senin (15/6) membeberkan pihaknya tengah merancang kompor listrik berkapasitas daya di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) untuk sektor rumah tangga, selaku pijakan konversi dari kompor LPG ke kompor listrik.

Ia juga menyodorkan usulan alokasi anggaran bernilai Rp815,56 miliar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk penyaluran program kompor listrik guna memangkas ketergantungan impor LPG.

Adapun wacana alih energi dari kompor LPG menuju kompor listrik sempat mengemuka pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Kendati demikian, pada September 2022, PT PLN (Persero) memutuskan membatalkan program konversi kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik guna menjaga kenyamanan warga di tengah fase pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index