Kemendikdasmen Bekali Pendidik Pelatihan Al-Qur'an Bahasa Isyarat

Kemendikdasmen Bekali Pendidik Pelatihan Al-Qur'an Bahasa Isyarat
Kemendikdasmen Latih Guru Al-Qur'an Isyarat Dorong Pendidikan Inklusif [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Baitul Maal Muamalat menggelar Training of Trainers (TOT) Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 untuk kalangan tenaga pendidik dalam rangka memperkokoh layanan pendidikan inklusif.

Selama dua hari, para peserta menerima pembekalan metode pengajaran Al-Qur'an berbasis bahasa isyarat lewat pemantapan materi beserta praktik mengajar guna memperluas kapasitas guru dalam menyajikan pembelajaran yang lebih inklusif bagi murid disabilitas rungu, baik pada lembaga pendidikan formal maupun di tengah masyarakat.

Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto di Jakarta Pusat, Rabu, menggarisbawahi bahwa program pelatihan tersebut menjadi wujud komitmen Kemendikdasmen dalam menyediakan pendidikan yang inklusif untuk seluruh peserta didik.

“Karena memang ini terkait langsung dengan apa yang disebut Pak Menteri sebagai pendidikan inklusi, sekaligus sebagai pendidikan khusus yang memang membutuhkan perhatian kami sekalian,” kata Mariman.

Menurut Mariman, langkah menghadirkan layanan pendidikan inklusif memerlukan sinergi dari pelbagai pemangku kepentingan. 

Lantaran hal itu, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Baitul Maal Muamalat, Yayasan Wakaf Salman, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen VPKPLK) guna memperluas jangkauan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas rungu.

Ia melanjutkan bahwa pelaksanaan TOT Al-Qur'an bahasa isyarat bakal terus ditingkatkan jangkauannya. Pihaknya merencanakan untuk kembali menggelar program serupa sewaktu momen Hari Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional dengan menggaet Masjid Salman ITB selaku mitra pelaksana.

Pada momen yang sama, Sekretaris Ditjen VPKPLK, Suparto menyampaikan bahwa penggelaran TOT Al-Qur'an bahasa isyarat merupakan bagian dari penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menggaransi hak kaum disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang inklusif.

“Training of Trainers Al Quran bahasa isyarat batch 3 ini diperuntukkan bagi kawan-kawan kami penyandang disabilitas rungu atau teman tuli. Ini merupakan satu kegiatan merealisasikan dan mewujudkan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” ujar Suparto.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an menjadi bagian dari pemantapan karakter yang selaras dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, terutama dalam hal kebiasaan beribadah.

Oleh sebab itu, ruang untuk mendalami Al-Qur'an mesti dibuka seluas mungkin bagi setiap warga negara, termasuk para murid penyandang disabilitas.

Lewat penguatan kapasitas pendidik serta kolaborasi lintas pihak, Kemendikdasmen secara konsisten mendorong terciptanya layanan pendidikan yang inklusif agar tiap-tiap peserta didik, tidak terkecuali penyandang disabilitas rungu, memperoleh kesempatan belajar yang adil sesuai potensi dan kebutuhannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index