JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea menyarankan supaya Indonesia secepatnya memuat Undang-Undang (UU) yang secara khusus mengatur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut pandangannya, kemajuan teknologi AI yang telah merambah hampir di seluruh lini kehidupan memerlukan payung hukum yang lebih menyeluruh lewat perancangan Undang-Undang tersendiri.
"AI hari ini memiliki ruang gerak yang sangat luas. AI bisa menjelajahi sumber informasi di seluruh dunia tanpa batas, melakukan scraping jutaan artikel, menyimpan data, melatih model hingga menghasilkan jawaban yang pada akhirnya dapat menggantikan orang membaca berita secara langsung. Kebebasan AI seperti ini sangat tidak mungkin hanya dibatasi dalam ruang Undang-Undang Hak Cipta," katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (22/07/2026).
Marinus menjelaskan bahwasanya teknologi AI saat ini bukan cuma berpengaruh pada ranah hak cipta maupun jurnalistik, melainkan juga merambah ke sektor pendidikan, kesehatan, dunia industri, hingga pelbagai bidang lainnya.
Menurutnya, bilamana hendak menerapkan pembatasan operasional pada AI, maka pemerintah wajib mempunyai instrumen hukum yang tegas dan tidak melulu bersandar pada UU Hak Cipta yang kini sedang digodok.
Oleh karena itu, ia menganggap perlu dirancang undang-undang terpisah untuk meregulasi operasionalisasi AI di Indonesia.
"Undang-Undang tersebut nantinya menjadi payung hukum yang mengatur seluruh sektor yang terdampak AI, termasuk hak cipta dan jurnalistik," ucapnya.
Anggota dewan dari komisi DPR yang menangani reformasi regulasi tersebut juga berpendapat bahwa kementerian yang mengurusi transformasi digital sepatutnya menjadi leading sector dalam tata kelola operasional AI di tanah air.
Sedangkan aturan terkait hak cipta serta jurnalistik dapat dicantumkan sebagai bagian integral dari regulasi tersebut.
Ia pun menaruh harapan agar pengkajian seputar AI pada RUU Hak Cipta dieksekusi secara mendalam supaya aturan yang dilahirkan benar-benar sanggup menjawab tantangan dinamika teknologi tanpa memicu kendala baru saat penerapannya.